Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bos Besar BRI Titip Pesan ke Karyawan yang Takut Digantikan AI
    Insight News

    Bos Besar BRI Titip Pesan ke Karyawan yang Takut Digantikan AI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa30 Januari 2024Updated:30 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Perkembangan Artificial Intelligence diikuti dengan kekhawatiran teknologi tersebut akan mengubah kehidupan manusia. Termasuk ancaman banyak pekerjaan yang akan hilang nantinya.

    Namun Direktur Utama BRI Sunarso menanggapinya dengan berbeda. Dia mengatakan pesatnya perkembangan teknologi, salah satunya AI bukan jadi ancaman.

    Bahkan dia mengatakan AI merupakan alat yang bisa membantu manusia bekerja lebih produktif. Selain itu, AI dapat mengamplifikasi pekerjaan yang tidak bisa digantikan mesin atau teknologi.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Salah satunya adalah pekerjaan yang berhubungan dengan pengembalian fungsi alam setelah dieskploitasi manusia selama bertahun-tahun.

    Dia yang jadi pemimpin di perusahaan BUMN punya tanggung jawab untuk menyediakan pekerjaan tersebut. Dengan begitu masyarakat tetap sejahtera dalam gempuran teknologi dan bisa menjadi sumber pertumbuhan baru di tanah air.

    “Contohnya, banyak dibutuhkan ribuan bahkan jutaan tenaga kerja untuk sekadar menanam, memperbaiki daerah aliran sungai. Menanam menghijaukan hutan-hutan yang setiap tahun terbakar, menanam menghijaukan kembali bumi gunung di Jawa yang setiap kemarau terbakar. Itu create job! Itu adalah sumber pekerjaan baru, sumber pendapatan baru, dan sumber pertumbuhan baru,” ungkap Sunarso dalam keterangan tertulis.

    Pekerjaan tersebut hanya bisa dikerjakan oleh manusia. Bukan dengan mesin maupun teknologi yang tidak punya perasaan.

    Sementara itu, Sunarso juga menyinggung regulasi terkait AI. Aturan, menurutnya dapat menjadi langkah preventif jika terjadi kejahatan siber di masa mendatang.

    “Saya termasuk yang gelisah sedikit, yang saya gelisahkan sama yakni butuh regulasi. Itu mesin memang bisa melakukan dan mengerjakan ribuan algoritma, tapi kelemahannya tetap dia tidak punya perasaan. Ketika data yang masuk tanpa perasaan, dimanipulasi, dan itulah yang terjadi di cyber crime. Ada orang yang lebih pintar dari pencipta AI itu sendiri menggunakannya untuk cyber crime,” jelasnya.

    BRI telah memiliki tiga strategis untuk mitigasi risiko keberadaan AI. Selain itu juga melakukan peningkatan kemampuan teknis pekerja untuk menyaring data yang masuk dalam mesin AI.

    Terakhir adalah perusahaan memastikan kepatuhan para pekerja pengendali AI agar bekerja berdasarkan hati nurani.



    Insight for you Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.