Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bola Api Raksasa Meledak di Langit Australia, Kiriman Putin
    Insight News

    Bola Api Raksasa Meledak di Langit Australia, Kiriman Putin

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 Agustus 2023Updated:11 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Bola api raksasa melintas di langit Australia pada Senin (7/8) malam, waktu setempat. Bola api tersebut diikuti ledakan sonik yang mengguncang rumah-rumah di Victoria, negara bagian selatan Australia.

    Bola api itu membuat heboh warga sekitar. Namun setelah ditelusuri, benda tersebut adalah badan roket milik Rusia, Soyuz, yang jatuh kembali ke Bumi.

    “Roket yang jatuh menghasilkan bola api dan ledakan sonik yang mengguncang rumah-rumah di seluruh Victoria,” kata 7 News Australia melalui X (sebelumnya Twitter), dikutip dari Space, Kamis (10/8/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Bongkahan sampah luar angkasa tersebut belum lama berada di sana. Itu adalah tahap ketiga dari roket Soyuz yang telah meluncurkan satelit navigasi Glonass di hari yang sama, menurut astrofisikawan dan pelacak satelit Jonathan McDowell.

    Misi itu lepas landas pada pukul 9:20 EDT pada hari Senin dari Kosmodrom Plesetsk di Rusia barat laut dan meluncur ke luar angkasa di jalur tenggara.

    Tahap ketiga Soyuz akhirnya memasuki atmosfer bumi tenggara Tasmania, di atas lautan terbuka, sekitar pukul 10 pagi EDT (1400 GMT; tengah malam waktu Melbourne), kata McDowell.

    Badan roket yang jatuh bukanlah bagian paling atas Soyuz, yang dikenal sebagai Fregat. Jadi, Roket tersebut terus membawa satelit Glonass menuju orbit yang dituju.

    [Gambas:Twitter]

    Roket Soyuz menghantam atmosfer dengan kecepatan beberapa kilometer per detik, kata Michael Brown, profesor madya di School of Physics and Astronomy di Monash University di Melbourne.

    “Masuknya kembali sampah antariksa terkadang dikacaukan dengan meteor, yang juga spektakuler tetapi biasanya merupakan peristiwa yang jauh lebih pendek, karena mereka menghantam atmosfer dengan kecepatan yang jauh lebih cepat,” kata Brown dalam pernyataan email tentang peristiwa ini.


    Artikel Selanjutnya


    NASA Temukan ‘Bumi Super’, Lebih Layak Huni untuk Manusia?

    (dem)


    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.