Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bocoran Memo CEO Terbukti Benar, Kinerja Xiaomi Jeblok
    Insight News

    Bocoran Memo CEO Terbukti Benar, Kinerja Xiaomi Jeblok

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa30 Maret 2023Updated:2 April 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Belum lama ini, CEO Xiaomi, Lei Jun sempat menyurati para pegawai. Dalam memo internal yang bocor pada akhir Desember, dia mengaku bisnis perusahaan sedang tidak baik-baik saja. Kinerja keuangan yang diumumkan Xiaomi menjadi konfirmasi bahwa penjualan Xiaomi memang mengecewakan.

    Lei, dalam surat internal yang dipublikasikan oleh Financial Times pada Desember, mengaku Xiaomi sedang menghadapi masa sulit. Ke depannya, bakal dilancarkan strategi untuk meningkatkan efisiensi dalam operasional Xiaomi.

    Laporan keuangan terbaru Xiaomi menjadi konfirmasi. Capaian bisnis yang buruk tersebut dampak dari pandemi Covid-19.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sebagai informasi, penjualan Xiaomi pada Q4-2022 anjlok 22,8% dari tahun ke tahun. Mengutip Reuters, Kamis (30/3/2023), jumlahnya menjadi 66,05 miliar yuan atau sekitar Rp 145 triliun.

    Amblesnya penjualan ini sedikit di atas prediksi para analis. Namun menjadi penurunan pendapatan selama empat kuartal berturut-turut.

    Profit Xiaomi juga merosot sebanyak 67,3% atau menjadi 1,46 miliar yuan (Rp 3,2 triliun). Pada tahun sebelumnya, keuntungan perusahaan menapai 4,47 miliar yuan (Rp 9,8 triliun).

    Sementara itu, pendapatan Xiaomi turun 14,7% pada 2022. Sedangkan profit keseluruhan ambles 61,4%.

    Pasar smartphone China juga mengalami penurunan sepanjang 2022, ungkap firma riset Canalys. Namun Xiaomi tercatat yang terdampak paling parah dengan penjualan yang menurun 37% secara tahunan.

    Dari laporan Canalys menyebutkan penjualan HP di China menurun 14% menjadi 287 juta unit. Angka tersebut di bawah 300 juta unit per tahun selama 10 tahun terakhir.

    Bukan hanya di China, penurunan bisnis Xiaomi juga terjadi di India. Samsung menggantikan perusahaan tersebut jadi raja smartphone di sana. Menurut analis, fenomena tersebut dikarenakan tren yang berganti dari HP murah ke premium.




    Hitech for better life Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.