Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bisnis RI Jangan Asal Pakai AI, Simak 4 Bahayanya
    Insight News

    Bisnis RI Jangan Asal Pakai AI, Simak 4 Bahayanya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa21 Maret 2024Updated:21 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNBC Indonesia – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai menarik perhatian berbagai sektor bisnis di Indonesia.

    Platform AI seperti penggunaan chatbot dalam layanan pelanggan, pengambilan keputusan, dan pengenalan suara untuk keamanan, telah menjadi bagian dari inovasi yang terus berkembang.

    Menurut studi dari Kearney, AI diproyeksikan memberikan keuntungan ekonomi yang substansial di wilayah ASEAN.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pada tahun 2030, AI diharapkan dapat menyumbang hingga US$ 1 triliun pada PDB ASEAN, dengan estimasi Indonesia akan berkontribusi sekitar 40%, dengan perkiraan kontribusi sebesar US$ 366 miliar (Rp 5.734 triliun).

    Meskipun para eksekutif optimistis tentang manfaat AI bagi efisiensi dan inovasi, mereka juga menyoroti sederet risiko yang akan dihadapi beberapa tahun mendatang.

    Risiko itu termasuk kemungkinan pergeseran tenaga kerja dan risiko privasi data, dengan mayoritas setuju AI akan berdampak pada organisasi dalam lima tahun, dan hampir semua menekankan pentingnya pemahaman kepemimpinan terhadap teknologi ini.

    “Integrasi yang bertanggung jawab terhadap AI memerlukan pemahaman teknis yang mendalam dan mitigasi risiko yang efektif, kita tidak boleh mengabaikan potensi risiko yang terkait dengan penggunaan AI,” kata President Director and Partner Kearney Indonesia Shirley Santoso dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (21/3/2024).

    Menurut laporan Kearney, setidaknya ada empat risiko yang harus diperhatikan oleh para pemimpin bisnis dalam penggunaan AI. Berikut selengkapnya.

    1. Bias Data

    Bias data meliputi kualitas output model AI secara langsung terkait dengan data yang dilatih. Jika data latihan tidak mencerminkan keberagaman dunia nyata secara seimbang, AI dapat menghasilkan hasil yang bias.

    2. Halusinasi Data

    Model AI generatif sangat akurat tetapi tetap 100% yakin bahkan saat mereka salah. Hal ini memerlukan proses keterlibatan manusia untuk terus memverifikasi informasi atau konten yang diproduksi oleh AI.

    3. Biaya yang Membengkak

    Seiring dengan meningkatnya volume data yang disimpan oleh platform AI, biaya pengumpulan, penyimpanan, dan pemrosesan juga meningkat.

    4. Ketergantungan dan Reliabilitas

    Ada kekhawatiran tentang ketergantungan pada AI dan keandalannya.

    Kearney menyarankan para bos perusahaan di RI memprioritaskan lima faktor utama dalam mempertimbangkan adopsi teknologi AI. Pertama, adalah alasan bisnis yang jelas untuk integrasi AI. Kedua, memastikan kualitas dan keandalan data. Ketiga, keamanan yang kuat untuk melindungi data sensitif dan membuat pedoman etika.

    Keempat, desain arsitektur yang dipertimbangkan dengan baik untuk integrasi yang lancar dan bisa ditingkatkan skala penggunaannya. Terakhir, memastikan adopsi AI berkelanjutan termasuk lewat perubahan budaya di dalam organisasi.




    High Technology Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.