Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bisnis Facebook Nyaris Longsor, Untung Ada China
    Insight News

    Bisnis Facebook Nyaris Longsor, Untung Ada China

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 April 2023Updated:29 April 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Setelah 3 kuartal berturut-turut mencatatkan pendapatan yang menurun, Meta akhirnya menemukan titik terang. Laporan Q1 2023 memperlihatkan pertumbuhan 3% secara tahun-ke-tahun (YoY) menjadi US$ 28,65 miliar.

    Agaknya, Meta perlu berterima kasih terhadap China. Menurut Chief Financial Officer Meta, Susan Li, raksasa media sosial yang menaungi Facebook dan Instagram tersebut mendapat banyak pemasukan iklan dari peritel China.

    “Kami melihat percepatan di China, di mana pengiklan mulai kencang kembali menyasar target mereka. Kami yakin tren ini disokong menurunnya biaya pengiriman barang dan pelonggaran kebijakan lockdown Covid,” kata dia, dikutip dari CNBC International, Jumat (28/4/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dengan kata lain, perusahaan China menggelontorkan banyak uang untuk iklan di Facebook dan Instagram dalam jangka waktu 3 bulan terakhir. Artinya, kebijakan Covid yang renggang secara langsung menguntungkan Meta.

    Kendati demikian, pertumbuhan yang masih tipis di angka 3% memperlihatkan skema industri pemasaran digital secara keseluruhan memang masih sulit.

    Li menambahkan, perang Rusia dan Ukraina yang sudah berlangsung selama lebih dari setahun juga berpengaruh terhadap bisnis iklan digital. Ke depan, ia memprediksi pendapatan iklan perusahaan akan terus bertumbuh positif.

    Tentu saja masih ada 2 tantangan utama yang perlu dihadapi. Pertama, kondisi makroekonomi yang masih tak stabil. Kedua, kebijakan dari beberapa negara yang makin ketat untuk para raksasa teknologi memonetisasi layanannya.

    Li mengatakan pertumbuhan hingga 2024 mendatang akan konsisten di angka 1%-2%. Perlahan, dengan membaiknya kondisi ekonomi, diharapkan Facebook bisa mulai merekrut karyawan kembali.



    Hitech for better life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.