Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bisnis Cloud Alibaba, Huawei Cs Diacak-acak Amerika Serikat
    Insight News

    Bisnis Cloud Alibaba, Huawei Cs Diacak-acak Amerika Serikat

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 September 2022Updated:2 September 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sejumlah pengamat menyatakan raksasa teknologi China bakal terdampak pada larangan ekspor dari Amerika Serikat (AS). Perintah larangan tersebut semakin membuat hubungan dua negara tegang karena teknologi.

    Analis Jefferies dalam sebuah pernyataan mengatakan skenario terburuk adalah AS memperluas larangan memblokir pembuat chip seperti Taiwan Semiconductor (TSMC) dan Samsung dari pembuat chip untuk desainer China.

    “Kami belum sampai di sana, dan AS mungkin akan mengevaluasi efektivitas setiap langkah tambah sebelum tindakan drastis dipertimbangkan,” ujar analisa tersebut, dikutip dari Reuters, Jumat (2/9/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Menurut sejumlah pengamat pasar, larangan terbaru akan menghantam sejumlah perusahaan teknologi China, termasuk Alibaba Group Holding, Tencent Holding, Baidu Inc, dan Huawei Technologies.

    Jefferies mengatakan perusahaan yang terpengaruh bisa mengandalkan layanan cloud dari Google atau AWS Amazon. Yakni agar mengembangkan software AI dan mengekspornya kembali ke China.

    Pilihan lainnya adalah mengggunakan chipset kelas bawah, yang mereplikasi kekuatan pemrosesan kelas atas yang dilarang sebelumnya.

    Mantan staf senior AMD di China mengatakan pembatasan tidak akan menghentikan perusahaan teknologi negara tersebut dari memajukan penelitian AI. Namun akan membuat penelitian lebih mahal dan kurang efisien dalam jangka pendek.

    “Ini adalah dampak sumber daya. Mereka masih akan mengerjakan proyek yang sama, mereka masih akan bergerak maju, itu hanya akan memperlambat mereka,” ungkapnya.

    Baik Alibaba, Tencent, dan Baidu tidak segera menjawab permintaan untuk berkomentar. Sementara Huawei menolak memberikan komentar.

    Reuters juga melaporkan perancang chip Nvidia Corp mengonfirmasi perusahaan diminta pejabat AS mengehntikan ekspor dua chip komputasi teratas untuk AI ke China. Advanced Micro Devices menyatakan menerima persyaratan lisensi baru yang akan menghentikan chip AI canggihnya disebut MI250 agar tidak diekspor ke China.

    Juru bicara Kemneterian Perdagangan China, Shu Jueting menegaskan Beijing menentang keputusan itu. Dia menambahkan langkah tersebut merusak hak perusahaan China dan mengancam dapat mengganggu rantai pasokan di dunia.


    Artikel Selanjutnya


    Alibaba Suntik Lazada Rp5,5 Triliun, Bakal Perang Diskon?

    (npb)


    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.