Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bisnis Apple-Google Terseok-seok di 2023, Geger Tiru ChatGPT
    Insight News

    Bisnis Apple-Google Terseok-seok di 2023, Geger Tiru ChatGPT

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Februari 2023Updated:5 Februari 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kehebohan ChatGPT agaknya membuat Google dan Apple resah. Layanan chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) itu digadang-gadang sebagai masa depan. Bahkan, ada beberapa pekerjaan yang terancam musnah berkat ChatGPT.

    Apple dan Google yang selama ini memimpin inovasi teknologi sepertinya mulai merasa posisinya terancam. Apalagi, kinerja bisnis kedua perusahaan anjlok gara-gara perlambatan ekonomi.

    Apple mengumumkan kinerja bisnisnya pada Q1 2023. Pabrikan Cupertino itu mengantongi pendapatan US$117,2 miliar atau turun 5% dari tahun sebelumnya. Pendapatan dari iPhone turun 8% dan dari Mac turun 29%.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Di negara-negara konsumen terbesarnya, pendapatan Apple menurun 7,3% di China, 5% di Jepang, dan 2,8% di Asia Pasifik.

    Hal serupa dialami Alphabet, induk Google, yang juga mengalami kelesuan bisnis. Pada Q4 2022, Alphabet membukukan pendapatan US$76,05 miliar, naik hanya 1%.

    Laba bersihnya turun 34% menjadi US$13,62, dibandingkan US$20,6 miliar pada Q4 2021. YouTube sebagai salah satu tumpuan pendapatan Google terus anjlok, kali ini turun 7,8% dari tahun sebelumnya.

    Geger ChatGPT Bikin Apple-Google Panik

    Di saat bersamaan, ChatGPT mencatat rekor pertumbuhan konsumen paling pesat sepanjang sejarah di awal 2023. Hanya dalam dua bulan sejak pertama kali diluncurkan, ChatGPT telah digunakan lebih dari 100 juta orang pada Januari 2023.

    Laporan UBS, yang mengutip data Similarweb, menyatakan ChatGPT digunakan oleh rata-rata 13 juta pengguna setiap hari sepanjang Januari. Jumlah pengguna harian tersebut dua kali lipat dari Desember 2022.

    Google menyadari ancaman ChatGPT yang kini tengah naik daun. Bahkan, pendiri Google Larry Page tiba-tiba ‘turun gunung’ untuk menanggulanginya.

    Page ditemani rekannya, Sergey Brin, berusaha membantu Sundar Pichai, CEO perusahaan, untuk melawan chatbot yang sempat viral milik OpenAI tersebut.

    Berdasarkan laporan New York Times, Pichai kebingungan untuk menghadapi ChatGPT. Sebab, sistem itu dinilai dapat bekerja lebih baik dari mesin pencarian milik perusahaan Google Search.

    Dikutip dari CNBC International, chatbot buatan Google dengan nama kode “Atlas” kini sudah dalam tahap pengujian. Atlas katanya dipersiapkan untuk terintegrasi pada mesin pencarian Google.

    Sama seperti ChatGPT, Apprentice Bard memungkinkan karyawan melempar pertanyaan untuk kemudian dijawab oleh sang chatbot. Para petinggi Google sepertinya mengerahkan seluruh karyawannya untuk memprioritaskan layanan ini.

    Menurut laporan CNBC International, Google secara aktif meminta para karyawan untuk memberikan masukan (feedback) selama beberapa pekan terakhir. Hal ini diketahui dari dokumen internal yang bocor, serta beberapa sumber dalam.

    Pengujian intensif ini dilakukan beberapa saat setelah meeting besar di Google, di mana para karyawan menyampaikan keresahan mereka atas ChatGPT. Chatbot yang bikin geger itu diluncurkan oleh OpenAI, perusahaan asal San Francisco yang didanai Microsoft.

    Apple pun turut panik seperti Google. Raksasa Cupertino itu dilaporkan tengah membuka 100 lowongan kerja bagi ahli kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan machine learning untuk mengembangkan teknologi serupa ChatGPT.

    Padahal, CEO Apple, Tim Cook, mengaku sedang irit karena pertumbuhan ekonomi yang tak stabil. Namun, Apple belum mau melakukan tindakan PHK. Menurut Cook, pihaknya masih akan mengupayakan pengiritan operasional perusahaan dan PHK jadi opsi terakhir.

    Di tengah penghematan itu, membuka 100 lowongan kerja tentu memakan biaya besar. Sepertinya Apple ingin ketinggalan lebih jauh lagi untuk soal inovasi.

    Dikutip dari BusinessInsider, Cook mengatakan fokus utama perusahaan di 2023 adalah mengembangkan teknologi AI. Sejauh ini, AI sudah digunakan pada fitur-fitur di perangkat iPhone dan Apple Watch.

    Namun, itu saja tak cukup. Cook mengatakan Apple akan mengintegrasikan Apple ke lini produknya lebih jauh lagi. “Kami melihat potensi besar [pada AI] yang berdampak pada apapun yang kita lakukan secara virtual. Teknologi ini akan mempengaruhi produk dan layanan kami,” kata Cook.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Microsoft dan OpenAI Punya ‘Pembunuh’ Google, Meluncur Maret

    (tib)


    High Technology Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.