Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bintang Fintech Summit RI Jadi Kriminal, OJK Beri Peringatan
    Insight News

    Bintang Fintech Summit RI Jadi Kriminal, OJK Beri Peringatan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa30 November 2023Updated:30 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Industri fintech berubah total hanya dalam setahun. Bahkan, bintang tamu yang dipuja oleh industri fintech Indonesia pada 2022 kini statusnya sedang menanti hukuman penjara.

    Fintech Summit yang diselenggarakan oleh Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) tahun lalu digelar megah di Bali. Saat itu, pendiri Binance, Changpeng Zhao diundang sebagai salah satu pembicara utama.

    Kini, nasib Changpeng Zhao berubah drastis. Ia dipaksa melepaskan jabatan CEO di Binance. Zhao juga mengaku bersalah melakukan tindakan kriminal yang melanggar hukum anti-pencucian uang Amerika Serikat.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Perubahan nasib Zhao disorot oleh Ketua Otoritas Jasa Keuangan Mahendra Siregar. Ia menjadikan peristiwa yang dialami oleh Binance sebagai contoh perubahan drastis di industri keuangan, khususnya fintech.

    “Tahun lalu di Bali, bintang tamunya, ingat kan, namanya adalah Changpeng Zhao, atau CZ, hadir secara fisik di Pantai Legian Bali sebagai tamu yang luar biasa saat itu. Dia adalah CEO dan Founder Binance Global. Dielulukan. Tahun ini, silakan Google, bagaimana nasibnya,” kata Mahendra, Kamis (30/11/2023).

    Mahendra juga meminta agar pelaku industri beradaptasi dengan perubahan pasar global. Sebelum 2023, modal murah yang melimpah karena sukubunga rendah mengucur ke seluruh dunia.

    “Istilahnya uang untuk dibakar, atau bakar-bakar duit, berlebih-lebihan tahun lalu. Itu perbedaannya dengan sekarang, suku bunga tinggi, ketersediaan modal ketat, likuiditas juga tidak makin mudah, kalaupun tidak dianggap sulit,” katanya.

    Menurutnya, teknologi digital tidak hanya membawa potensi baru bagi pelaku industri keuangan. Aspek teknologi digital juga membuat risiko yang dihadapi berlipat ganda.

    “Tidak terbayangkan, dalam waktu satu tahun, kondisi yang begitu besar berubah, menciptakan risiko yang luar biasa, tidak terbayangkan, dan pada akhirnya, industri, perusahaan yang sebegitu kuatnya pun, berhadapan dengan isu sustainability,” kata Mahendra.



    Artikel Selanjutnya


    Kredit Macet Pinjol Naik, OJK Perkuat Mitigasi Risiko Fintech

    (dem/dem)


    Hitech for better life Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.