Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bingung Jam Berapa di Bulan, Bumi Cemas Astronaut Nyasar
    Insight News

    Bingung Jam Berapa di Bulan, Bumi Cemas Astronaut Nyasar

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa12 Juli 2024Updated:12 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Hingga sekarang belum ada standar waktu di Bulan. Bahkan misi perjalanan pertama ke sana masih menggunakan waktu tempat kendali misinya.

    Ini terjadi saat tahun 1960-1970-an, misi manusia pertama ke Bulan menggunakan waktu kota Houston. Daerah itu merupakan lokasi kendali misi berada.

    Namun seiring berjalannya waktu dan perkembangan misi perjalanan ke Bulan, standar itu perlu dibuat. “Kita perlu menentukan waktu di Bulan,” kata Javier Ventura-Traveset Badan Antariksa Eropa (ESA), dikutip dari NPR, Jumat (12/7/2024).

    Ada banyak kekhawatiran tanpa adanya standar waktu Bulan. Misalnya tabrakan antara pesawat yang tengah berlabuh, kemungkinan astronaut tersesat, dan tidak diketahui waktu istirahat para astronaut saat bekerja di sana.

    Di Bumi sendiri, perbedaan waktu ditentukan berdasarkan posisi mereka. Semua zona waktu itu ditentukan oleh satu Waktu Universal Terkoordinasi atau UTC.

    UTC ditetapkan oleh International Bureau of Weights and Measures di Paris Perancis. Cara mengetahuinya dengan menggunakan rangkaian jam atom dengan memasukkan waktunya ke laboratorium di Paris dan memastikan tiap negara berdetak sinkron sepersekian detik.

    Posisi seseorang juga bisa ditentukan melalui satelit, salah satunya digunakan GPS. Sinyal yang dikirimkan tiba sepersekian detik lebih lambat dari waktu Bumi, perbedaan waktu bisa digunakan untuk menentukan posisi seseorang.

    Hal serupa nampaknya ingin diterapkan di Bulan. Ventura-Traveset yang merupakan upaya Eropa ingin menciptakan sistem mirip GPS di Bulan.

    Sistem ini disebut sebagai Moonlight. Nantinya akan menggunakan beberapa satelit agar bisa membuat jaringan komunikasi dan navigasi pada lokasi pendaratan di permukaan Bulan.

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Astronaut Tak Bisa Pulang Karena Roket Boeing Banyak Masalah





    Next Article



    OTW ke Bulan, Pesawat Luar Angkasa Kirim ‘Selfie’ dengan Bumi



    (dem/dem)

    Mind your business Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.