Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Binance PHK 1.000 Karyawan Lebih, Tanda Kiamat Kripto?
    Insight News

    Binance PHK 1.000 Karyawan Lebih, Tanda Kiamat Kripto?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Juli 2023Updated:15 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Perusahaan perdagangan kripto, Binance memutus hubungan kerja atau PHK besar-besaran terhadap ribuan karyawannya. Ini seiring dengan langkah otoritas federal AS yang menganggap Binance melanggar undang-undang sekuritas.

    Dilansir The Wall Street Journal, lebih dari 1.000 karyawan dipecat beberapa pekan terakhir di tengah semakin panasnya isu gugatan dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) terhadap Binance. Bahkan, data pemecatan berpotensi terus bertambah.

    Seorang sumber yang mengetahui langkah PHK ini mengungkapkan bahwa Binance akan kehilangan lebih dari sepertiga stafnya. Bahkan, pekan ini menjadi pekan yang paling banyak terjadi PHK.

    Menurut seorang mantan karyawan Binance, divisi yang paling banyak terdampak pemecatan adalah customer services. Pemecatan ini pun dilakukan secara global, dan sekitar tiga lusin berasal dari karyawan Customer Service di India.

    PHK ini pun telah dikonfirmasi oleh seorang juru bicara Binance. Namun, orang ini menolak untuk menyebutkan jumlah karyawan yang telah dan akan dipecat.

    “Sebagaimana kami tengah menyiapkan siklus major bull mendatang, jelas kami harus fokus pada talenta berbakat untuk memastikan kami tetap gesit dan dinamis. Ini bukan soal rightsizing, tapi lebih ke re-evaluasi terhadap talenta yang sesuai kebutuhan dan ahli di sektor-sektor penting,” tegas orang itu.

    Sebelum PHK terjadi, Binance memiliki 8.000 karyawan secara global.

    The Securities and Exchange Commission menggugat Binance dan pendirinya, Changpeng Zhao, pada Juni. Otoritas federal itu menganggap mereka beroperasi secara ilegal di Amerika Serikat dan menyalahgunakan dana nasabahnya.

    Binance telah membantah tuduhan tersebut. Tapi perusahaan itu juga tengah menghadapi kemunduran bisnis di Eropa karena mencoba mendapatkan lisensi untuk beroperasi.

    Sejumlah karyawan dengan jabatan tinggi pun telah mengundurkan diri dari Binance, seperti penasihat umum perusahaan, chief strategy officer, dan kepala investigasi.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT



    Artikel Selanjutnya


    Binance Besok Lumpuh, Dihabisi di Amerika Serikat

    (fsd/fsd)


    High Technology Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.