Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Binance Dihajar AS, CEO CZ Pernah Marah Dibilang Antek China
    Insight News

    Binance Dihajar AS, CEO CZ Pernah Marah Dibilang Antek China

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Juni 2023Updated:16 Juni 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Changpeng Zhao, bos Binance, pernah menolak disebut sebagai antek China. Dia mengatakan perusahaannya tidak didirikan di negara tersebut.

    “Tidak pernah didirikan di Tiongkok. Kami juga tidak beroperasi seperti perusahaan China secara budaya,” kata CZ dalam unggahan di blog Binance, dikutip Jumat (16/6/2023).

    Dia menambahkan jika Binance dan bursa kripto lain menghadapi tantangan besar. Dari dianggap entitas kriminal di China namun disebut perusahaan China oleh oposisi di Barat.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Zhao dan banyak karyawannya memang berasal dari etnis Tionghoa. Fakta inilah yang membuat Binance jadi sasaran empuk untuk kepentingan khusus, media, dan pembuat kebijakan yang tidak menyukai industri.

    Namun, dia menegaskan dirinya bukan warga negara China melainkan dari Kanada. Selain itu juga membantah dengan keras jika dirinya dan Binance berada di pihak yang sama dengan China.

    “Kesimpulannya adalah karena kami memiliki karyawan beretnis Tionghoa, dan mungkin karena saya beretnis Tionghoa, kami (disebut) diam-diam berada di pihak pemerintah China,” ungkapnya. “Ini jelas tidak benar. Saya seorang warga negara Kanada, titik”.

    Keturunan atau bermigrasi dari China, menurut Zhao, harusnya tidak membuat seseorang memiliki catatan merah. Bahkan untuk menyerang individu tertentu.

    Etnis juga jangan dijadikan kartu untuk bebas melontarkan fitnah, membuat klaim palsu, atau mempertanyakan kesetiaan seseorang pada negaranya.

    Selain itu, Zhao juga menyinggung keberadaan anak perusahaan yang tersebar di sejumlah negara termasuk Perancis, Spanyol, Italia, Uni Emirat Arab, hingga Bahrain. Para anak usaha tersebut tidak berbadan hukum di China dan tidak berencana melakukannya juga.

    “Sangat penting bagi kita untuk mengemukakan fakta-fakta ini,” kata Zhao.



    Artikel Selanjutnya


    Bos Bandar Kripto Pernah Buron dan Disebut Bom Waktu

    (npb/npb)


    Insight for you Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.