Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bilang Banyak Uang Belum Tentu Bahagia, Ini Gaji Bos Google
    Insight News

    Bilang Banyak Uang Belum Tentu Bahagia, Ini Gaji Bos Google

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 September 2022Updated:27 September 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Dalam pertemuan internal antara pimpinan induk Goole Alphabet dan para staf, CEO Google Sundar Pichai menyebut bahwa kebahagiaan tak bisa diukur dengan uang.

    Sundar Pichai boleh saja bicara soal perbedaan nilai kebahagiaan dan uang. Faktanya, Sundar Pichai tahun lalu mendapatkan US$ 6,3 juta (sekitar Rp 95,21 miliar) dari Google, sedangkan eksekutif puncak lainnya menghasilkan lebih dari US$ 28 juta (sekitar Rp 424 miliar).

    Untuk diketahui, pertemuan antara bos dan karyawan ini digelar karena perusahaan teknologi sedang menghadapi banyak tantangan ekonomi, termasuk potensi resesi, inflasi yang melonjak, kenaikan suku bunga, dan pengeluaran iklan yang melambat.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Kita tidak harus selalu menyamakan kebahagiaan dengan uang. Saya pikir Anda bisa masuk ke startup yang bekerja keras dan orang-orang mungkin bersenang-senang dan itu tidak harus selalu disamakan dengan uang,” kata dia dilansir dari CNBC Internasional, Selasa (27/9/2022).

    Dalam pertemuan tersebut, Sundar Pichai menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan dari para pegawai Google meliputi pemotongan anggaran perjalanan dan hiburan, mengelola produktivitas, serta potensi PHK.

    Sebagaimana diketahui selama lebih dari satu dekade terakhir Google dikenal sebagai perusahaan dengan pertumbuhan tinggi dan menyediakan fasilitas menyenangkan. Namun pada Juli, Alphabet melaporkan pendapatan berturut-turut yang lebih lemah dari perkiraan.

    Adapun pertumbuhan penjualan kuartal III-2022 diperkirakan akan turun ke satu digit atau turun dari lebih dari 40% tahun sebelumnya.

    Sundar Pichai mengakui bahwa bukan hanya ekonomi yang menyebabkan tantangan di Google, tetapi juga perluasan birokrasi di Google.

    Dalam menghadapi tantangan tersebut, Google meluncurkan “Simplicity Sprint,” pada Juli lalu. Langkah ini bertujuan untuk mengumpulkan ide dari lebih dari 174.000 karyawannya tentang cara mendapatkan hasil yang lebih baik lebih cepat dan menghilangkan pemborosan.

    Awal bulan ini, Sundar Pichai mengatakan dia berharap untuk membuat perusahaan 20% lebih produktif sambil memperlambat perekrutan dan investasi.

    Sundar Pichai menanggapi dengan mengatakan bahwa memberi tahu seluruh tenaga kerja tentang pemotongan bukanlah cara yang terukur untuk melakukan. Namun dia akan mencoba dan memberitahu perusahaan tentang pembaruan yang lebih penting.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    5 ‘Rahasia’ Google yang Tak Banyak Diketahui Penggunanya

    (roy/roy)


    Mind your business Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.