Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bidik Startup Soonicorn, MPF Siap Gelontorkan Dana Rp 4,47 T
    Insight News

    Bidik Startup Soonicorn, MPF Siap Gelontorkan Dana Rp 4,47 T

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 Agustus 2023Updated:29 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Lembaga Pendanaan gabungan BUMN, Merah Putih Fund (MPF) siap menggelontorkan dana kelolaan sebesar USD 300 juta atau setara Rp 4,47 triliun ke sejumlah startup lokal.

    Chief PMO Merah Putih Fund, Eddi Danusaputro mengungkapkan, untuk rencana investasi besar-besaran itu, MPF tengah berproses dengan sejumlah Soonicorn atau soon to be unicorn dengan valuasi dikisaran USD 20 Juta.

    “Pilihan soonicorn paling tepat untuk kami, karena kalau unicorn pasti sudah mahal. Apalagi berdasarkan GCG dan risk management dalam 1 investasi tidak boleh lebih dari 10% dari dana kelolaan, berati per investasi sekitar USD 20-25 juta. Total ada sekitar 6-7 startup pada kelolaan dana pertama ini,” jelas Eddy kepada CNBC Indonesia, Selasa (29/8/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Adapun kriteria yang dipasang oleh MPF untuk penyaluran pendanaan ini adalah founder wajib WNI, operasional perusahaan di Indonesia, harus ada rencana exit dan fokus meraih profit.

    “Harus ada rencana exit, itu bisa MNE, bisa IPO, syukur-syukur dilakukan di Indonesia untuk menggairahkan pasar,” tegas Eddy.

    Eddy juga menambahkan valuasi tidak terlalu mahal, tapi juga tidak terlalu awal. Eddy menyebut kisaran USD 50 juta adalah valuasi yang paling tepat untuk MPF. Adapun sektor yang disasar oleh MPF, Eddy menyebut tetap menyasar pada Fintech.

    “Ga akan menjadi kejutan fintech, karena fintech bisa menjadi solusi masalah. Selain itu, ada agritech, masuk pertanian, peternakan, dan ini juga bisa jadi solusi bagi Indonesia. Peluangnya besar. Kami juga menyasar logistik, energi tech, dan terakhir ada recktech, yang saat ini belum banyak tapi sudah masuk ke radar kita,” rinci Eddy.

    Adapun mengenai banyaknya start up yang tumbang, Eddy menyebut selain karena masalah makro ekonomi juga masalah bisnis model atau miss management.

    “Banyak startup di-drive barang dan teknologinya, CFO kurang dominan, CFO jadi posisi yang penting di startup. Menurut saya startup di Indonesia cukup terlambat, harusnya CFO yang bisa ngerem,” pungkas Eddy.



    Artikel Selanjutnya


    Marketplace Hingga Co- Working Space Mulai Bangkrut?

    (dpu/dpu)


    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.