Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Biden Tawarkan Hadiah Rp 142 M Buat Cari Hacker Jahat Ini
    Insight News

    Biden Tawarkan Hadiah Rp 142 M Buat Cari Hacker Jahat Ini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 November 2021Updated:5 November 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    hacker as lumpuhkan internet korut
    Keyboard hacker AS
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Pada Mei lalu hacker menyerang Colonial Pipeline, pipa bahan bakar terbesar Amerika Serikat (AS), dengan Ransomware. Kini Departemen Luar Negeri AS menawarkan hadiah hingga US$10 juta atau setara Rp 142 miliar kepada pihak yang bisa menemukan kelompok ini.

    Ransomware DarkSide ini kabarnya dikembangkan oleh REvil. Ransomware mereka telah mematikan 45% pipa bahan bakar di Pantai Timur AS. Aksi ini menyebabkan lonjakan harga gas, pembelian panik, dan kekurangan bahan bakar lokal.

    Selain hadiah US$10 juta, Departemen Luar Negeri juga menawarkan hadiah hingga US$5 juta untuk informasi yang mengarah pada penangkapan atau hukuman “pada setiap individu yang berkonspirasi untuk berpartisipasi atau mencoba berpartisipasi dalam insiden Ransomware milik DarkSide,” tulis pengumuman tersebut seperti dikutip dari The Verge, Jumat (5/11/2021).

    Tawaran itu adalah contoh terbaru dari AS yang menggunakan imbalan uang untuk mencoba dan memerangi kejahatan dunia maya yang serius. Hadiah ini ditawarkan di bawah program Rewards for Justice (RfJ), yang awalnya didirikan pada tahun 1984 untuk menargetkan terorisme internasional.

    AS jelas berpikir bahwa penjahat dunia maya sekarang memerlukan tingkat perhatian yang sama dan, pada bulan Juli, Departemen Luar Negeri mulai menawarkan hadiah hingga US$ 10 juta melalui RfJ untuk informasi tentang individu yang berpartisipasi dalam “aktivitas dunia maya yang berbahaya terhadap infrastruktur penting AS.”

    Departemen Kehakiman AS sendiri telah memasukkan Ransomware ke proses khusus ini menggambarkan masalah tersebut telah menjadi prioritas negara.

    REvil disebut merupakan geng kriminal yang dikaitkan dengan Rusia. Pemerintah AS bersama dengan pakar siber sektor swasta yang bekerja di AS telah berhasil meretas dan memaksa offline kelompok ini.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    Innovation Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.