Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Biden Suntik Rp773,5 T, Siapkan Amunisi Mini Lawan China
    Insight News

    Biden Suntik Rp773,5 T, Siapkan Amunisi Mini Lawan China

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 Agustus 2022Updated:11 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden bersiap untuk mengalahkan China. Dia menandatangani RUU bipartisan sebagai upaya memperkuat daya saing AS dengan berinvestasi miliaran dolar dalam manufaktur semikonduktor domestik dan juga penelitian sains.

    “Hari ini adalah hari untuk membangun. Hari ini Amerika berhasil,” kata Biden saat upacara penandatangan, dikutip dari CNBC Internasional, Rabu (10/8/2022).

    Rancangan aturan bernama Chips and Science Act mencakup lebih dari US$52 miliar (Rp 773,5 triliun) untuk perusahaan AS memproduksi chip komputer. Selain itu, masih ada miliaran lagi untuk mendorong investasi pada manufaktur semikonduktor.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Aturan yang sama juga akan menyediakan sekitar puluhan miliar dolar dalam rangka mendanai penelitian dan pengembangan ilmiah. Tujuan lainnya adalah memacu inovasi dan pengembangan teknologi AS lain.

    Menurut Gedung Putih, perusahaan yang didorong oleh RUU itu mengumumkan lebih dari US$44 miliar (Rp 654,5 triliun) dalam investasi manufaktur semikonduktor baru.

    Dari jumlah tersebut, US$40 miliar (Rp 595 triliun) dari investasi Micron dalam pembuatan chip memori. Gedung Putih mengatakan inisiatif perusahaan menghasilkan 8.000 pekerjaan baru dan meningkatkan pangsa pasar AS dari produksi chip memori menjadi 10% dari 2%.

    Pihak Gedung Putih juga mengatakan Qualcomm dan Global Foundries telah mengumumkan kerja sama baru. Termasuk diantaranya adalah produksi chip US$4,2 miliar (Rp 62,4 triliun) sebagian bagian dari perluasan pabrikan Global Foundries di bagian utara New York.

    Dana tersebut diharapkan untuk mempertajam dan menghidupkan kembali industri chip negara itu. CNBC Internasional melaporkan AS hanya memproduksi 10% pasokan semikonduktor dunia, dan pasar ini didominasi oleh Asia Timur sebanyak 75% termasuk pemain papan atas.

    Semikonduktor merupakan bagian penting dari produk seperti elektronik, mobil, peralatan perawatan kesehatan dan sistem senjata. Namun industri tersebut terguncang hebat saat pandemi Covid-19, yang memicu kelangkaan chip dan terganggunya rantai pasokan.

    Atas hal tersebut, para pejabat menyoroti ketergantungan AS pada chip buatan luar negeri. Selain juga ada potensi ancaman keamanan nasional.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Sopir Truk Mogok Kerja, Produksi Chip Samsung Terhambat

    (npb)


    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.