Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Biden Lempar ‘Bom’ Baru ke Xi Jinping, Pelan tapi Mematikan
    Insight News

    Biden Lempar ‘Bom’ Baru ke Xi Jinping, Pelan tapi Mematikan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 Juli 2023Updated:18 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pemerintah Joe Biden punya cara baru untuk membatasi pengembangan teknologi China. Kali ini, Amerika Serikat (AS) akan melancarkan aksinya secara perlahan.

    AS memutuskan tidak akan membatasi investasi di China secara keseluruhan. Negara Adikuasa itu akan mempersempit fokusnya hanya pada teknologi dan investasi baru.

    Lebih tepatnya, pembatasan ini hanya berlaku untuk industri semikonduktor (chip) China, komputasi kuantum, serta kecerdasan buatan (AI). Tiga sektor itu dianggap krusial di masa depan, sehingga AS ingin memastikan China tak menguasainya.  


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pemerintah setempat berharap bisa menyelesaikan proposal kebijakan ini pada akhir Agustus mendatang. Kemungkinan, aturan baru akan berlaku paling cepat tahun depan.

    Menurut sejumlah sumber, kebijakan baru tersebut juga memutuskan untuk tidak memasukkan sektor bioteknologi dan energi dalam ‘daftar investasi yang dibatasi’.

    Dalam sebuah wawancara, Menteri Keuangan Janet Yallen menyinggung soal lingkup terbatas rencana tersebut. Dia menjelaskan pembatasan akan ditargetkan untuk lingkup yang lebih spesifik.

    Dengan begitu, diharapkan tidak akan berdampak besar pada investasi AS di China. “Ini tidak akan menjadi kontrol luas yang memengaruhi investasi AS secara luas di China,” jelasnya, dikutip dari Yahoo Finance, Selasa (18/7/2023).

    Program ini sebenarnya sudah lama tertunda. Yallen beralasan pejabat ingin memastikan apa yang mereka lakukan adalah hal yang benar.

    “Ingin memastikan jika kami melakukan ini, kami melakukannya dengan benar, dan kami telah memikirkan konsekuensinya,” ungkap Yallen.

    Aturan yang akan berlaku 2024 itu kemungkinan mengecewakan pihak China yang mengharapkan adanya tindakan lebih keras dan cepat. Namun sebaliknya akan memberikan lebih banyak waktu bagi pemerintah AS untuk bernavigasi antara keinginan memaksakan kontrol dan meredakan ketegangan dengan China.



    Artikel Selanjutnya


    Pluang Ajak Masyarakat Optimistis Capai Impian Finansial

    (npb/npb)


    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.