Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Biden Jatuhkan ‘Bom’ Baru ke China: Chip Semikonduktor
    Insight News

    Biden Jatuhkan ‘Bom’ Baru ke China: Chip Semikonduktor

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 Oktober 2022Updated:11 Oktober 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pemerintahan Joe Biden memotong akses China dari chip semikonduktor tertentu yang dibuat di mana saja dengan peralatan Amerika Serikat (AS). Ini jadi langkah terbaru untuk menghentikan kemajuan teknologi dan militer Beijing.

    Pemotongan akses tersebut masuk pada aturan kontrol ekspor terbaru yang diterbitkan oleh pemerintah. Salah satunya adalah menyurati pabrikan KLA Corp, Lam Research Corp, dan Applied Material Incs untuk mewajibkan mereka menghentikan pengiriman peralatan pada pabrik produsen chip yang sepenuhnya dimiliki China.

    “Ini akan membuat China mundur beberapa tahun sebelumnya,” kata ahli teknologi dan keamanan siber di Center for Strategic and International Studies (CSIS), Jim Lewis dikutip dari Reuters, Senin (10/10/2022). “China tidak akan menyerah pada pembuatan chip…namun ini akan memperlambat mereka,” ungkap Lewis.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pada briefing wartawan hari Kamis lalu, pejabat senior pemerintah mengatakan tindakan terbaru ini bertujuan untuk mencegah perusahaan asing menjual chip canggih ke China atau memasok perusahaan China dengan tools untuk membuat chip sendiri.

    Namun Reuters mencatat para pejabat tidak mengantongi janji apapun dari negara sekutu untuk menerapkan tindakan serupa. Termasuk juga terkait apakah diskusi dengan negara-negara itu sedang berlangsung.

    “Kami menyadari bahwa kontrol sepihak yang kami lakukan akan kehilangan keefektifannya seiring waktu jika negara lain tidak bergabung,” kata seorang pejabat. “Dan kami berisiko membahayakan kepemimpinan teknologi AS jika pesaing tidak tunduk dengan kontrol yang sama”.

    Aturan ini juga memblokir pengiriman sejumlah chip untuk digunakan dalam sistem superkomputer, yang didefinisikan sebagai sistem apapun dengan lebih dari 100 petaflops daya komputasi pada ruangan seluas 6.400 kaki persegi.

    Reuters, mengutip dua sumber industri, dengan definisi itu akan berdampak pada sejumlah pusat data komersial yang dimiliki beberapa raksasa teknologi China.

    Semiconductor Industry Association mengatakan sedang mempelajari regulasi dan mendesak AS ‘menerapkan aturan dengan cara ditargetkan, dan bekerja sama dengan mitra internasional, untuk membantu menyamakan kedudukan’.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Sopir Truk Mogok Kerja, Produksi Chip Samsung Terhambat

    (npb/roy)


    Innovation Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.