Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Biden Blokir China, Raksasa AS Rugi Besar Kecuali Satu
    Insight News

    Biden Blokir China, Raksasa AS Rugi Besar Kecuali Satu

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 Maret 2024Updated:13 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Pemerintahan Biden memblokir seluruh akses China untuk mendapat teknologi dari perusahaan chip asal AS. Namun, di tengah aksi yang bikin boncos perusahaan AS karena kehilangan klien pentingnya, masih ada satu dari mereka yang masih diuntungkan yakni Intel.

    Intel dilaporkan berhasil bertahan dari upaya pemblokiran penjualan chip senilai ratusan juta dolar ke Huawei.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Presiden AS Joe Biden telah lama berada di bawah tekanan untuk mencabut lisensi yang dikeluarkan oleh pemerintahan Trump. Lisensi itu mengizinkan Intel mengirimkan prosesor canggih ke Huawei untuk dipakai pada perangkat laptop.

    Dorongan datang dari saingan Intel, Advanced Micro Devices (AMD). AMD berpendapat lisensi untuk Intel tidak adil karena mereka tidak mendapatkan hak serupa.

    Kemampuan Intel mempertahankan lisensi untuk menjual chip, sementara pesaingnya tidak dapat memperoleh izin serupa, menunjukkan level permainan yang tidak sama. Apalagi, lisensi Intel bisa bertransaksi dengan Huawei yang merupakan perusahaan China dengan sanksi terberat dari AS. 

    Hal ini juga memungkinkan Huawei mempertahankan pangsa pasar laptop global yang kecil namun terus berkembang, sementara AMD kehilangan penjualan senilai ratusan juta dolar kepada perusahaan yang terkena sanksi China lainnya, demikian dikutip dari Reuters, Rabu (13/3/2024).

    Senator Partai Republik Marco Rubio meminta pemerintahan Biden untuk segera mencabut izin Intel yang masih bisa menjual ke Huawei.

    “Tidak ada perusahaan Amerika, terutama yang menerima dana pajak, yang harus mendorong inovasinya,” katanya, merujuk pada dana hibah yang diterima Intel dari Departemen Perdagangan untuk memperluas produksi chip-nya di AS.

    Intel, Huawei, Departemen Perdagangan dan Gedung Putih menolak berkomentar. AMD juga tidak menanggapi permintaan komentar.

    Huawei, simbol perang teknologi selama bertahun-tahun antara Washington dan Beijing, dimasukkan ke dalam daftar pembatasan perdagangan oleh pemerintahan Trump pada tahun 2019 karena dugaan pelanggaran sanksi. Huawei sebelumnya membantah melakukan masalah yang dituduhkan.

    Penambahan ke dalam daftar tersebut menghalangi pemasok AS untuk menjual apapun kepada perusahaan sasaran.

    Namun pada akhir tahun 2020, tepat sebelum mantan Presiden Donald Trump lengser dari kursi presiden, Departemen Perdagangan memberikan izin khusus kepada beberapa pemasok Huawei di AS, termasuk Intel, untuk menjual barang-barang tertentu kepada raksasa peralatan telekomunikasi tersebut.



    Artikel Selanjutnya


    Joe Biden Blokir Total, China Tak Dikasih Ampun

    (fab/fab)


    Insight for you Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.