Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Biden Bisa Kalah di Pemilu 2024 Jika TikTok Diblokir, Ini Alasannya
    Insight News

    Biden Bisa Kalah di Pemilu 2024 Jika TikTok Diblokir, Ini Alasannya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Maret 2024Updated:15 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Joe Biden kembali berlaga dalam pemilu Amerika Serikat (AS) 2024. Namun langkah tersebut dinilai bisa terganjal jika TikTok diblokir.

    Biden berjanji akan menepati janjinya untuk menandatangani Undang-Undang (UU) yang dapat membuat TikTok diblokir karena dituduh membahayakan keamanan nasional AS. Opsi lainnya, TikTok harus lepas dari induk ByteDance yang berasal dari China. 


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Jika sah diteken, kebijakan itu akan merampas platform yang dimanfaatkan Biden dan politikus Partai Demokrat dalam kampanye Pemilu 2024 untuk menjangkau pemilih muda, demikian dikutip dari Reuters, Jumat (15/3/2024).

    Kampanye Biden mendapat ribuan like di TikTok. Kampanye itu menyerang saingannya dari Partai Republik, Donald Trump, tentang pemotongan pengeluaran Jaminan Sosial.

    Banyak netizen yang mengomentari konten tersebut, namun fokus pada wacana pemblokiran TikTok.

    “Untungnya kami melihat ini di TikTok,” kata seorang netizen.

    “Bagaimana Anda akan menggunakan ini (TikTok), untuk berkampanye jika Anda melarangnya?” tanya yang lain.

    Anggota DPR dari Partai Republik pada Rabu (13/3) melakukan pemungutan suara untuk memaksa ByteDance melakukan divestasi TikTok dalam waktu 6 bulan. Jika tidak, TikTok akan menghadapi larangan, yang merupakan ancaman terbesar terhadap aplikasi tersebut sejak pemerintahan Trump.

    Jika Senat meloloskan RUU tersebut, seperti yang didesak Gedung Putih, Biden berjanji akan menandatanganinya.

    Menurut ahli strategi politik, wacana politik online AS yang berhaluan Demokrat telah beralih ke TikTok dalam beberapa tahun terakhir. Ahli tersebut mencatat bahwa X, yang sebelumnya bernama Twitter, telah mengurangi pembatasan pelecehan di bawah kepemimpinan pemiliknya, Elon Musk.

    Sementara Facebook telah jauh dari konten politik. Situs video pendek seperti TikTok adalah platform pilihan generasi muda AS untuk terlibat secara politik.

    Pengguna TikTok sebagian besar termasuk dalam kelompok pemilih Partai Demokrat, dan hal ini perlu dipikir ulang oleh Biden. Sementara itu, tim kampanye Trump tidak memiliki akun TikTok resmi.

    “Hal ini akan berdampak besar pada pemilu karena terputusnya jalur utama bagi generasi muda untuk berkomunikasi satu sama lain,” kata Michele Weindling, direktur politik Sunrise Movement, sebuah kelompok pemuda yang berfokus pada iklim.

    “Hal ini juga akan mengasingkan pemilih muda dan membuat mereka merasa kecewa,” katanya.




    Insight for you Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.