Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bicara 5G, Bos Indosat Bocorkan Soal Morowali
    Insight News

    Bicara 5G, Bos Indosat Bocorkan Soal Morowali

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Januari 2024Updated:2 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) terus mengembangkan jaringan 5G di Indonesia. Termasuk di Morowali Sulawesi Tengah untuk jaringan privat virtual.

    Saat ditanya soal rencana investasi, President Director & CEO PT Indosat Tbk. (ISAT), Vikram Sinha mengatakan tak bisa memberikan pernyataan tersebut. Namun hanya menjelaskan jaringan 5G masih terus mengembangkan jaringan 5G.

    “Banyak yang sudah dilakukan dan berhasil, seperti private network yang kami kerjakan di Morowali dan lainnya,” kata Vikram dalam Profit CNBC Indonesia, Selasa (2/1/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Soal pengembangan 5G, dia menekankan pihaknya akan bekerja sama dengan seluruh ekosistem. Termasuk pemerintah, vendor, produsen perangkat, hingga seluruh industri 4.0 seperti pertambangan dan pelabuhan.

    Indosat juga telah membangun jaringan dan backbone yang diperlukan. Pembangunan tersebut sudah dimulai sejak 2020 lalu.

    Sudah ada beberapa kota yang bisa menikmati 5G dari Indosat. Untuk sekarang, Vikram menjelaskan masih menggunakan spektrum frekuensi yang dimiliki oleh perusahaannya.

    “Kami menggunakan spektrum yang sudah kami miliki, jadi itu cocok menguji semuanya dan kemajuannya semua cukup baik,” ungkapnya.

    Sekarang, Indosat juga tengah menunggu lelang spektrum. Pemerintah, Vikram mengatakan ingin memastikan ekosistem 5G dalam negeri memang sudah siap.

    Vikram juga mengatakan investasi 5G di Indonesia memang tidak terlalu terburu-terburu. Namun menurutnya hal tersebut baik jadi jaringan 5G dapat lebih siap nantinya.

    Perusahaan telekomunikasi di dunia nyatanya cukup kesulitan saat pengembangan bisnis untuk 5G. Dia mengatakan perusahaan akan berfokus menyiapkan diri saat ekosistem telah siap di Indonesia.

    “Fokus kami dari perspektif b2b adalah bagaimana cara kita siap. Jadi saat masuk siklus investasi kami bisa memecahkan masalah nyata. Baik itu industri 4.0, otomasi atau machine learning. Bagaimana hal-hal tersebut bisa memecahkan masalah nyata. Bahkan dari sisi konsumen dan cara 5G membantu kita,” jelas Vikram.


    Artikel Selanjutnya


    Opsel Merger Jadi Tiga, Ini Dampaknya ke Warga RI


    Smart your life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.