Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»BI Ngebut Digitalisasi, Gubernur Perry Beberkan Kecanggihannya
    Insight News

    BI Ngebut Digitalisasi, Gubernur Perry Beberkan Kecanggihannya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Desember 2024Updated:3 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Bank Indonesia terus mengembangkan sistem pembayaran digital Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir telah melahirkan terobosan seperti QRIS dan BI Fast.

    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memaparkan Bank Indonesia punya 5 inisiatif digitalisasi sistem pembayaran Indonesia. Rencana BI telah dituangkan dalam cetak biru sistem pembayaran Indonesia 2025-2030 yang telah diluncurkan pada Agustus 2024.

    “Kami luncurkan 1 Agustus 2024 yang lalu melalui 5 inisiatif pengembangan infrastruktur, industri, inovasi, internalisasi dan juga rupiah digital dengan semboyan satu nusa, satu bangsa, satu bahasa,” kata Perry, akhir pekan lalu.

    Pertama adalah pengembangan infrastruktur BI Fast yang terus dikembangkan lewat interkoneksi dengan sistem industri pembayaran dan RTGS dengan dukungan standar nasional, pengembangan pusat data, serta payment ID dan BI payment info.

    Kedua, BI mendorong konsolidasi industri sesuai kemampuan transaksi, interkoneksi, kompetensi, manajemen risiko, dan infrastruktur untuk diklasifikasi menjadi PSP utama dan non-utama. 

    Ketiga, inovasi QRIS yang terus diperluas dengan target 58 juta pengguna dan 40 juta pedagang. “Kami juga akan berkolaborasi dengan ASPI [asosiasi sistem pembayaran Indonesia] untuk mendirikan Bank Indonesia Digital Innovation Center atau BIDIK,” kata Perry.

    Keempat, perluasan kerja sama QRIS dengan sejumlah negara baik di Asia maupun dengan negara di wilayah lain.

    “Tidak hanya di Asia tapi juga dengan Jepang, dengan Korea, dengan Uni Arab Emirat maupun dengan sejumlah negara lain,” kata Perry.

    Terakhir, Perry menjelaskan bahwa eksperimen rupiah digital sebagai alat pembayaran yang sah terus dilanjutkan.

    “Elektronifikasi transaksi keuangan pemerintah daerah juga kami akan teruskan melalui penyeluruhan bantuan sosial maupun juga untuk kartu kredit Indonesia segmen pemerintah.”

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Peran Satelit SATRIA-1 Pada Digitalisasi Birokrasi Pemerintahan





    Next Article



    BI Luncurkan Blueprint Sistem Pembayaran RI 2030, Ada Rupiah Digital!



    Hitech for better life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.