Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bencana ‘Terburuk’ Ancam Penduduk Bumi, Sudah di Fase Kritis
    Insight News

    Bencana ‘Terburuk’ Ancam Penduduk Bumi, Sudah di Fase Kritis

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa22 November 2021Updated:22 November 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Bumi dikatakan sedang memasuki fase terburuk akibat perubahan iklim (climate change). Salah satunya adalah kemungkinan kegagalan menjaga suhu global di bawah 1,5 derajat celcius.

    Analisa program lingkungan PBB atau UN Environment Programme (UNEP) mengungkapkan Bumi terus menghangat di angka 2,7 derajat celcius. Laporan tersebut juga menambahkan kejadian ini memiliki dampak yang sangat merusak, dikutip BBC, Senin (22/11/2021).

    Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Gutteres menyebutkan temuan tersebut adalah sebuah pengingat besar.

    Sementara itu, BBC juga menuliskan memiliki studi dari World Meteorological Organization (WMO). Penelitian itu mengungkapkan gas pemanasan tahun lalu berada di tingkat tertinggi walaupun ada pandemi.

    Di sisi lain Emissions Gap tahun ke-12 melakukan analisa kontribusi yang ditentukan secara nasional (NDC) atau rencana memotong karbon yang diajukan PBB sebelum konferensi perubahan iklim badan tersebut atau COP.

    Rencana itu berlaku hingga 2030 dan diajukan 120 negara. UNEP mempertimbangkan pula menambah komitmen lain yakni memotong gas pemanasan yang belum secara formal masuk ke NDC.

    Berdasarkan laporan tersebut, jika seluruh rencana berjalan maka bisa mengurangi 7,5% gas rumah kaca pada 2030. Sayangnya ternyata tak akan cukup menjaga batas suhu 1,5 derajat celcius, ungkap para ilmuwan yang menyusun penelitian.

    Sebab butuh komitmen lebih besar lagi untuk bisa berjalan. Yakni sebesar 55% atau 7 kali lipat dari rencana saat ini.

    “Untuk memiliki peluang batas pemanasan global 1,5 derajat celcius, kita punya delapan tahun untuk mengurangi separuh emisi gas rumah kaca: delapan tahun untuk membuat rencana, menempatkannya pada aturan, implementasi dan mencapai pengurangan,” kata Direktur Eksekutif Unep, Inger Andersen.

    Para penulis laporan juga menambahkan komitmen bahkan membuat Bumi makin panas sebanyak 2,7 derajat pada abad ini. Antonio Gutteres menyebutnya sebagai bencana iklim dan bahkan menyoroti kegagalan para pemimpin dunia.

    Kesenjangan emisi adalah hasil kesenjangan kepemimpinan,” ujarnya.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)



    Mind your business Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.