Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Belanja Natal Sepi, Raksasa Ecommerce Amerika eBay PHK 1.000 Orang
    Insight News

    Belanja Natal Sepi, Raksasa Ecommerce Amerika eBay PHK 1.000 Orang

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 Januari 2024Updated:29 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – EBay mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) atas 1.000 orang karyawan. Jumlah tersebut setara dengan 9 persen pegawai eBay di seluruh dunia.

    CEO eBay Jamie Iannone mengumumkan rencana PHK dalam surat kepada karyawan yang dipublikasikan di blog resmi perusahaan. Ia juga menyatakan perusahaan juga akan mengurangi pegawai kontrak dan paruh waktu.

    Alasan PHK, lanjutnya, adalah karena jumlah pegawai dan pengeluaran eBay sudah tumbuh jauh melampaui pertumbuhan bisnis.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Kita mengimplementasikan perubahan organisasi yang dan melakukan konsolidasi tim untuk meningkatkan pengalaman dari ujung ke ujung supaya bisa memenuhi kebutuhan pelanggan di seluruh dunia. Dalam waktu dekat, kami akan memberi tahu karyawan yang posisinya dihapus,” kata Iannone seperti dikutip oleh CNBC International, Rabu (24/1/2024).

    Raksasa teknologi, termasuk ecommerce, masih melanjutkan gelombang PHK yang terjadi sejak 2022. Sebelumnya, Amazon dan Google juga mengumumkan PHK ratusan hingga ribuan orang.

    Iannone juga mengumumkan kebijakan work from home (bekerja dari rumah) untuk seluruh pegawai eBay pada hari pengumuman pegawai yang kena PHK untuk “memberikan ruang dan privasi.”

    “Perubahan ini sulit, tetapi saya yakin dengan bekerja bersama kita bisa lebih kuat,” katanya.

    Iannone sebelumnya menyatakan eBay merasakan perlambatan bisnis pada akhir 2023, terutama di Eropa, yang menunjukkan musim belanja di akhir tahun tidak seramai biasanya.

    “Tekanan inflasi dan kenaikan suku bunga terus membebani kepercayaan konsumen dan menekan permintaan atas barang non esensial,” katanya.


    Hitech for better life Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.