Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Begini Reaksi Bos Telkom Usai XL-Smartfren Resmi Merger
    Insight News

    Begini Reaksi Bos Telkom Usai XL-Smartfren Resmi Merger

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Desember 2024Updated:16 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah buka suara soal merger XL dan Smartfren yang akhirnya terjadi pekan lalu. Dia mengharapkan penyatuan dua perusahaan bakal baik untuk industri.

    “Merger semoga baik untuk industri lah,” jelas Ririek ditemui di kantor Telkom, Senin (16/12/2024).

    Dia memstikan tetap akan ada persaingan meski operator seluler hanya tersisa tiga, yakni Telkomsel yang merupakan anak usaha Telkom, Indosat Ooredoo Hutchison, hasil perusahaan gabungan XL serta Smartfren.

    “Ini kan ada persaingan juga tiga, ada persaingan juga meskipun tiga,” ucapnya.

    Diberitakan sebelumnya, XL Axiata serta Smartfren resmi bergabung menjadi PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk atau XLSmart. Nilai merger tersebut sebesar RP 104 triliun atau US$6,5 miliar.

    XL akan bertahan sebagai entitas perusahaan. Di sisi lain Smartfren dan SmarTel akan bergabung dalam XLSmart.

    Dua pemilik saham kedua perusahaan, Axiata Group Berhard dan Sinar Mas menjadi pemegang saham pengendali bersama. Masing-masung memegang saham XLSmart sebanyak 34,8%.

    Usai konferensi pers terkait merger, Kamis (12/12/2024), Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys juga mengatakan terbaik untuk industri. Di mana akan ada peningkatan kesehatan pada industri telekomunikasi.

    “Dengan hanya 3 operator ini merupakan sebuah improve kesehatan industri. Karena kita tahu lah bagaimana sejak sekian tahun laly kompetisi yang kurang bagus, price war dan sumber daya yang jadi rebutan,” kata Merza.

    Ditemui dalam kesempatan berbeda, Presiden Direktur dan CEO XL Axiata Dian Siswarini menjelaskan jumlah empat operator masih terlalu banyak. Dengan merger kedua perusahaan diharapkan bisa memperbaiki struktur pasar dan industri yang berkelanjutan.

    “4 pemain itu masih terasa terlalu banyak, jadi kalau terlalu banyak operator itu memacu kompetisi yang selalu panas, jadi diharapkan bahwa dengan merger ini adanya 3 pemain di market akan memperbaiki market struktur sehingga sustainability di industri telepon ini menjadi lebih baik,” jelas Dian.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Telkom Ungkap Tantangan & Strategi Komunikasi di Era Digital





    Next Article



    XL dan Smartfren Resmi Gabung, Ini Kata Bos Sinar Mas



    Innovation Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.