Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Begini Nasib Manusia Jadi ‘Kelinci Percobaan’ Chip Otak Elon Musk
    Insight News

    Begini Nasib Manusia Jadi ‘Kelinci Percobaan’ Chip Otak Elon Musk

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 Februari 2024Updated:20 Februari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Manusia pertama yang jadi pasien implan otak Neuralink, startup milik Elon Musk, kini sudah sepenuhnya pulih dari operasi yang dijalankan.

    Menurut Elon Musk, pasien uji coba tersebut kini sudah bisa mengontrol mouse komputer hanya menggunakan pikiran, dikutip dari Reuters, Selasa (20/2/2024).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Perkembangannya berjalan baik. Pasiennya sudah pulih sepenuhnya, dengan efek neural yang sudah kami antisipasi,” kata Musk melalui akun X personalnya.

    “Pasien mampu menggerakkan mouse di layar hanya dengan menggunakan pikiran,” ia menambahkan.

    Saat ini, Neuralink mencoba menguji berapa banyak klik dari tombol mouse yang bisa dilakukan pasien lewat pikirannya. Neuralink tak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters untuk merinci kondisi sang pasien.

    Sebagai informasi, firma tersebut sukses menanam chip ke otak manusia pertama pada bulan lalu. Tindakan dilakukan setelah Neuralink mengantongi izin uji coba manusia pada September 2023 lalu.

    Studi Neuralink memanfaatkan robot untuk menempatkan antarmuka komputer (BCI) ke dalam otak manusia, tepatnya di bagian yang mengontrol pergerakan.

    Tujuan Neuralink sejauh ini, manusia yang otaknya ditanam chip bisa mengontrol kursor dan keyboard menggunakan pikiran mereka.

    Musk punya mimpi besar untuk Neuralink. Miliarder tersebut mengatakan startup-nya mamu memfasilitasi operasi medis secara lebih cepat. Lebih jauh, program Neuralink juga digadang-gadang akan berguna untuk merawat kondisi seperti obesitas, autisme, depresi, dan skizofernia.

    Neuralink yang bernilai US$ 5 miliar pada tahun lalu telah berulang kali mendapat protes terkait protokol keamanannya. Reuters melaporka bulan lalu bahwa Neuralink didenda karena melanggar aturan Kementerian Transportasi AS terkait pemindahan barang-barang berbahaya.




    High Technology Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.