Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Beda Prediksi BMKG dan BRIN Soal Musim Hujan di RI Cuma Sebentar
    Insight News

    Beda Prediksi BMKG dan BRIN Soal Musim Hujan di RI Cuma Sebentar

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Januari 2024Updated:16 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan prediksi akhir musim hujan di Indonesia.

    BRIN memprediksi musim hujan kemungkinan akan sampai akhir Januari. Ini disebabkan karena El Nino yang akan berakhir pada Mei 2024 mendatang.

    “Musim hujan mestinya Desember, Januari, dan Februari (DJF), sepertinya tidak sampai Februari, hujannya sudah habis karena El Nino itu berawal bulan Mei 2023 dan akan berakhir pada Mei 2024,” ujar Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN Eddy Hermawan, dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (16/1/2024).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Fenomena hujan yang sekarang terjadi di sejumlah wilayah karena Monsun Asia atau angin barat. Angin musim ini bersifat periodik yang membawa air dari wilayah Siberia, Jepang, Hong Kong, hingga Vietnam lalu menciptakan hujan.

    Eddy mengatakan Monsun Asia lebih dominan dibandingkan El Nino moderat sekarang. Oleh karena itu hujan masih terjadi di bagian selatan Indonesia.

    Sementara itu, BMKG memprediksi musim hujan akan lebih pendek dari biasanya. Pada laporan Analisis Iklim Prakiraan Musim Hujan 2023/2024, durasi hujan diperkirakan terjadi 10 hingga 24 dasarian atau 100 hari-240 hari di sebagian besar wilayah Indonesia.

    Hanya 91 zona musim atau ZOM yang diramalkan akan merasakan durasi musim hujan lebih panjang. Sementara itu 44 wilayah yang mengalaminya secara normal.

    “Jika dibandingkan terhadap normal durasi musim hujan, Durasi Musim Hujan 2023/2024 di sebagian besar daerah Indonesia diprakirakan lebih pendek terhadap normal yaitu sebanyak 439 ZOM (62,80 persen),” menurut BMKG.

    Namun musim hujan terjadi lebih lama. Yakni puncaknya akan terjadi Februari mendatang, ungkap prediksi BMKG.

    Khusus untuk El Nino, BMKG menyebutkan puncaknya terjadi November tahun lalu dan berakhir April 2024. Ini juga diramalkan oleh beberapa pusat iklim dunia.

    “BMKG dan beberapa Pusat Iklim Dunia memprediksi El-Nino akan terjadi dengan kategori moderat dan dapat terus bertahan setidaknya hingga April 2024,” demikian keterangan BMKG di situsnya.



    Artikel Selanjutnya


    Awal Musim Hujan Turun di Jakarta dan Sekitar Menurut BMKG

    (npb)


    Mind your business Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.