Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Batal Akuisisi Twitter, Harta Elon Musk Nambah Rp 63 Triliun
    Insight News

    Batal Akuisisi Twitter, Harta Elon Musk Nambah Rp 63 Triliun

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 Juli 2022Updated:12 Juli 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Elon Musk membatalkan rencana untuk mengakuisisi Twitter senilai US$44 miliar. Ternyata ini berdampak baik terhadap pundi-pundi kekayaan yang dimilikinya.

    Mengutip Bloomberg Billionaries Index, pada 11 Juli 2022, kekayaan Elon Musk bertambah sebesar US$4,23 miliar atau setara Rp 63,5 triliun (asumsi Rp 15.000/US$). Penyumbang kekayaan terbesar Elon Musk berasal dari sama Tesla. Total kekayaan Elon Musk pun tembus US$227 miliar.

    Melansir Techcrunch, pada saat pengumuman pembatalan akuisisi tersebut, saham Tesla naik hingga 14,51% pada perdagangan Jumat lalu. Harga saham Tesla dihargai US$752,29 per saham, dikutip Senin (11/7/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pembatalan rencana akuisisi Twitter diumumkan oleh kuasa hukum Elon Musk setelah orang terkaya di dunia itu menyerang Twitter dengan cuitannya terkait bot di perusahaan media sosial yang didirikan Jack Dorsey itu.

    Keputusan Musk batal membeli Twitter kemungkinan akan berujung pada sengketa hukum yang berlarut-larut. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Direksi Twitter Bret Taylor dalam cuitannya.

    “Dewan Twitter berkomitmen untuk menutup transaksi dengan harga dan persyaratan yang disepakati dengan Musk dan berencana untuk mengambil tindakan hukum untuk menegakkan perjanjian merger. Kami yakin kami akan menang di Delaware Court of Chancery,” jelas Taylor dalam akun twitternya @btaylor.

    Merger dan akuisisi yang disengkatkan akhirnya berakhir di pengadilan Delaware, ujung dari pertaruhan ini seringkali berakhir dengan perusahaan menegosiasikan kembali kesepakatan atau pihak pengakuisisi membayar target penyelesaian untuk pergi.

    Pasalnya, perusahaan seringkali ingin menyelesaikan ketidakpastian demi masa depan mereka dan terus maju.

    Twitter berharap bahwa proses pengadilan akan dimulai dalam beberapa minggu dan diselesaikan dalam beberapa bulan, menurut seseorang yang mengetahui masalah tersebut.

    Ada banyak preseden untuk negosiasi ulang kesepakatan. Beberapa perusahaan melakukan penghitungan ulang terhadap akuisisi yang telah disepakati ketika pandemi Covid-19, yang merebak pada tahun 2020 dan memberikan kejutan ekonomi global.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Caplok Twitter Rp 618 T, Ini Penghasilan Elon Musk per Hari

    (roy/roy)


    High Technology Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.