Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bapak Chip Sedih, Minta Joe Biden dan Xi Jinping Akur
    Insight News

    Bapak Chip Sedih, Minta Joe Biden dan Xi Jinping Akur

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 November 2023Updated:5 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Perang teknologi antara China dan Amerika Serikat (AS) membuat bapak chip Morris Chang buka suara. Menurutnya, apa yang terjadi sekarang membawa kemunduran untuk globalisasi.

    Pencipta raksasa chip TSMC itu menjelaskan prioritas globalisasi seperti keamanan nasional dan kemajuan teknologi bisa terhambat karena perang tersebut. Dua negara tersebut disebut lebih memilih melakukan kompetisi dibandingkan bekerja sama.

    Globalisasi, pria 91 tahun menyebutnya sebagai jembatan untuk ekonomi dunia agar dapat bergerak maju dengan membatasi batasan bisnis di tiap negara. Langkah ini perlu dilakukan dengan komitmen tidak saling membahayakan keamanan negara.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dengan yang terjadi sekarang, dia mempertanyakan apakah bisa disebut sebagai globalisasi. “Kondisi saat ini apakah masih bisa dibilang sebagai globalisasi?,” kata dia dalam sebuah forum bisnis di Taipei, dikutip dari Reuters, Rabu (1/11/2023).

    Menurutnya, globalisasi telah memuncak pada 2010-an. Namun seiring berjalannya waktu terus mengalami pelambatan.

    Ini juga tak lepas dari perananan China dan AS yang ingin memajukan industri chip setiap negara. Namun sayang langkah keduanya dibarengi dengan keinginan melemahkan satu sama lain.

    Sebelumnya Chang juga pernah buka suara soal globalisasi. Kala itu, menurutnya globalisasi di industri chip telah mati.

    TSMC sendiri merupakan perusahaan paling bernilai di Asia. Raksasa chip yang memproduksi untuk perusahaan seperti Apple itu dikatakan sebagai pelindung untuk ekonomi Taiwan.

    Sementara itu, AS dan China terus melakukan segala hal agar dapat mengungguli satu sama lain. Termasuk dengan memblokir teknologi yang dihasilkan lawannya.

    Misalnya AS memperluas pemblokiran teknologi untuk China. Pemerintah Xi Jinping juga mengumumkan akan melakukan pembatasan ekspor untuk sejumlah material metal dalam produksi semikonduktor di industri komunikasi dan pertahanan.


    Artikel Selanjutnya


    Jepang Lumpuhkan Chip China, Xi Jinping Kebakaran Jenggot


    Smart your life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.