Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bapak AI Ketakutan, Ada Orang Serakah Ancam Umat Manusia
    Insight News

    Bapak AI Ketakutan, Ada Orang Serakah Ancam Umat Manusia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 November 2024Updated:29 November 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNBC Indonesia – Salah satu pelopor teknologi kecerdasan buatan (AI) memberikan peringatan ke warga dunia. Bahaya terbesar AI tidak hanya muncul dari teknologinya, tetapi dari orang-orang di belakang pengembangan AI.

    Dalam wawancara dengan CNBC International, kepala Institute for Learning Algorithms di University of Montreal, Yoshua Bengio menyatakan ada sekomplotan bos teknologi yang ingin menggantikan manusia dengan AI.

    Bengio adalah salah satu dari sekelompok ilmuwan yang mengklaim mereka dibungkam sehingga tidak bebas menyuarakan bahaya laten teknologi AI. Ia dikenal sebagai “Bapak AI” bersama dua ahli lain yaitu Yann LeCun dan Geoffrey Hinton.

    “Kecerdasan adalah kekuatan. Namun, siapa yang bakal mengendalikan kekuatan tersebut,” katanya di sela One Young World Summit di Montreal.

    Dia menyatakan banyak orang yang ingin mengeksploitasi kekuatan yang muncul dari teknologi AI.

    “Ada orang yang senang jika manusia diganti oleh mesin. Tidak banyak, tetapi orang-orang ini semu adalah orang kuat. Mereka bisa melakukan itu [mengganti manusia dengan AI] kecuali kita ‘pagari’ dari sekarang,” kata Bengio.

    Bengio menjelaskan bahwa teknologi AI dibangun dengan investasi miliaran dolar AS sehingga pengaruh pemilik modal tidak kecil.

    “Hanya sedikit perusahaan atau pemerintahan yang bisa melakukannya [sendiri]. Bakal ada konsentrasi kekuatan yaitu kekuatan ekonomi, yang berdampak buruk bagi pasar. [Konsentrasi] kekuatan politik yang buruk bagi demokrasi. [Konsentrasi] kekuatan militer yang buruk untuk stabilitas geopolitik planet kita,” katanya.

    Saat ini, menurut Futurism, masih banyak silang pendapat para ahli soal perkembangan general artificial intelligence yaitu AI yang kecerdasannya setara manusia.

    “Jika 5 tahun [sudah ada general AI], kita belum siap. Karena kami tidak punya metode untuk memastikan sistem ini tidak merugikan bahkan menyakiti manusia,” kata Bengio.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Rilis 3 Platform AI, Indosat Fokus Jadi Perusahaan AI TechCo





    Next Article



    Bapak AI Buka-bukaan Soal Masa Depan Manusia, Berani Baca?



    Insight for you Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.