Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bapak AI Buka-bukaan Soal Masa Depan Manusia, Berani Baca?
    Insight News

    Bapak AI Buka-bukaan Soal Masa Depan Manusia, Berani Baca?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 Juli 2024Updated:7 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Beberapa tahun terakhir, teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) berkembang dengan pesat. Kepopulerannya mulai meningkat sejak ChatGPT, chatbot milik OpenAI dirilis dan banyak digunakan orang.

    Berikutnya banyak perusahaan besar yang berusaha mengikuti jejak tersebut, termasuk Google dan Microsoft yang paling kencang mengembangkan AI.

    Namun Geoffrey Hinton yang dikenal sebagai Bapak AI punya pesan khusus. Dia menjelaskan bahaya pengembangan AI untuk masa depan manusia.

    Menurutnya bahaya tersebut lebih besar dari laporan robot akan menggantikan manusia nantinya. Dia mengatakan AI bakal mengaburkan pandangan manusia dari kebenaran dan kebohongan.

    “Masyarakat umum akan sulit membedakan apa yang benar dan yang tidak benar. Foto, video, dan teks yang dihasilkan oleh sisten generative AI membanjiri internet sebagai sumber informasi manusia saat ini,” ia menjelaskan, dikutip dari BGR.

    Bahaya itu, Hinton mengatakan karena para raksasa teknologi. Mereka disebut berkompetisi agar bisa menghadirkan inovasi AI paling baru.

    Pada tiap inovasi baru harus memperhatikan risiko dan cara penanggulangannya. Namun para perusahaan hanya ingin cepat menghadirkan AI, karena obsesinya dengan dominasi dan mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.

    Hinton juga mengungkapkan kekhawatirannya soal AI bakal jadi lebih pintar dari manusia. Ini akan membahayakan potensi manusia ke depannya, jika tak ada regulasi dan pengawasan yang tepat.

    “AI bisa lebih pintar dari manusia dalam waktu lebih cepat. Banyak orang berpikir masih butuh 30 hingga 50 tahun lagi untuk hal tersebut jadi nyata. Saya pun dulu berpikir seperti itu. Namun, tentu saja sekarang saya berubah pikiran,” kata dia.

    Hinton yang mantan karyawan Google tak mengapresiasi mantan perusahaan, begitu juga dengan perusahaan lain soal AI. Dia juga memastikan keluarnya dari Google bukan untuk mengkritisi perusahaan.

    Menurut Hinton, dia keluar dari Google untuk bisa berbicara lebih lepas soal bahaya AI tanpa harus berpikir dampak pada Google.

    Hinton bekerja di Google. Termasuk mengembangkan produk AI di perusahaan selama satu dekade.

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Peran Penting Inovasi Teknologi AI ke Bisnis Dompet Digital




    Next Article



    Makin Canggih, Sekarang Bikin Video Cukup Perintah Pakai Tulisan



    (mkh/mkh)

    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.