Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Banyak Masyarakat Belum Paham Keuangan Digital, Kenapa?
    Insight News

    Banyak Masyarakat Belum Paham Keuangan Digital, Kenapa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Juli 2022Updated:16 Juli 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebagian besar masyarakat di Indonesia dinilai belum memahami adanya layanan keuangan digital. Bahkan Co-Chair Youth 20 (Y20) Indonesia2022, Michael Victor Sianipar menyebut berdasarkan data Bank Dunia, rumah tangga di Indonesia belum memahami keuangan digital dikarenakan berbagai alasan.

    “Dari rumah tangga yang tidak menggunakan digital financial services, 45% mengatakan tidak menggunakan karena tidak tahu keuntungannya apa. Sebesar 58% karena mereka tidak tahu cara kerjanya. Dan sekitar 50% juga mereka belum mendengar ada digital financial services,” ungkap dia dalam Kelas Cuan CNBC Indonesia, Sabtu (16/7/2022).

    Oleh karena itu kata dia, sosialisasi mengenai hal ini cukup penting mengingat saat ini berbagai layanan keuangan digital telah hadir, termasuk untuk kebutuhan investasi.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Adapun menurut dia, perlu ada beberapa elemen penting supaya masyarakat bisa memiliki pengetahuan mengenai keuangan digital.

    “Pertama adalah infrastruktur. Sekarang ada digital device. Kalau kita masuk ke desa, sedikit presentasi yang memahami apa itu literasi keuangan,” ungkap Michael.

    Hal ini pun menjadi tugas bagi Y20 untuk memperhatikan akses digital agar bisa merata di Indonesia. Sehingga akses digital bisa dirasakan oleh masyarakat di pelosok daerah.

    “Kedua adalah pendidikan, ilmu pengetahuan. Sekarang ini bagaimana pendidikan yang dibutuhkan generasi akan datang? Kita tahu industri 4.0 banyak jenis pekerjaan berubah. Contohnya dengan kehadirantoolsinvestasi. Ini ilmu yang perlu dipelajari, cara mengatur keuangan, cara berinvestasi,” papar dia.

    Dia juga menyatakan bahwa isu keuangan digital perlu dimasukkan sebagai kurikulum. Sehingga masyarakat memiliki sumber ilmu yang jelas baik itu pendidikan formal maupun nonformal.

    “Ini kurikulum seperti ini, harus benar-benar dilakukan karena anak muda ini mereka lihat dulu mau belajar dari guru, orang tua, YouTube. Ini harus kita tata. Ini kita dorong supaya jadi kebijakan di negara anggota G20,” pungkas Michael.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Pahami Dulu, Biar Gak Salah ‘Jalan’ Soal Investasi

    (dpu/dpu)


    Mind your business Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.