Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Banyak Aplikasi Ojek Online Bangkrut di RI, Ini Pemiliknya
    Insight News

    Banyak Aplikasi Ojek Online Bangkrut di RI, Ini Pemiliknya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 Desember 2022Updated:18 Desember 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Banyak perusahaan lokal yang mencoba peruntungan di industri ride-hailing. Apalagi 6-7 tahun yang lalu, saat Gojek mulai naik namanya dan Grab yang akhirnya masuk Indonesia.

    Namun pada akhirnya aplikasi lokal itu kalah saing, mereka hanya bisa bertahan sebentar sebab kalah modal dari nama-nama besar.

    Mereka yang terpaksa gulung tikar, sebut saja Ladyjek, Blujek, OjekArgo, dan Ojekkoe. Perusahaan ojek online ini didirikan oleh warga RI. Berikut daftarnya:


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ladyjek

    Ojol dengan ciri khas untuk kaum wanita ini didirikan oleh Brian Mulyadi yang juga merangkap CEO saat itu.

    LadyJek bakal mulai beroperasi pada Oktober 2015 lalu untuk kawasan Jabodetabek dan telah membuka tiga kantor cabang di Cengkareng, Bekasi, dan Tangerang.

    Dengan hampir 3.300 pengemudi, LadyJek terlihat sukses saat itu. Namun akibat keterbatasan modal, mereka juga harus gulung tikar.

    Bluejek

    Masih di tahun 2015, Bluejek berdiri dengan 2 founder yakni Garrett Kartono dan Michael Manuhutu. BluJek merupakan produk dari PT. BluJek Indonesia.

    Layanan yang ditawarkan Blujek tak ada bedanya dengan Gojek saat itu. Ada Blu-Rider sebagai jasa transportasi, Blu-Pick untuk jasa kurir, Blu-Shop untuk yang mau titip belanjaan dan Blu-Menu untuk mengantarkan makanan.

    OjekArgo

    Dalam laman LinkedIn Rizal Saputra tercatat sebagai CEO OjekArgo sejak September 2015 hingga Februari 2018. Dahulu pelanggan yang membutuhkan layanan ride hailing ini hanya perlu instal aplikasi dan tidak perlu mendaftarkan diri atau membuat akun di aplikasinya.

    Ojekkoe

    Katon Muchtar menjadi nama di balik berdirinya Ojekkoe. Ia menjabat sebagai CEO juga di perusahaan yang lahir di 2016 lalu. Ojekkoe menjadi ride hailing yang dirilis sebagai bagian dari tugas akhir Katon. Layanan mereka hanya memungut biaya minim Rp 2.500 per hari untuk mengantar penumpang.

    Ojekkoe sempat memiliki 500 orang mitra pengemudi, sebelum akhirnya tidak aktif.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Tarif Ojol Batal Naik, Driver Minta Anies-Ganjar-Cs Tentukan

    (dem)


    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.