Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bank Raya Pede Hadapi Kompetisi Bank Digital, Apa Rahasianya?
    Insight News

    Bank Raya Pede Hadapi Kompetisi Bank Digital, Apa Rahasianya?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 September 2023Updated:2 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kehadiran bank digital kian marak di industri perbankan Indonesia. Saat ini, terdapat 13 bank digital baru bentukan perusahaan bank konvensional, perusahaan layanan jasa keuangan, hingga perusahaan teknologi finansial.

    PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) ikut menggarap pasar keuangan digital di tanah air. Direktur Digital & Operasional Bank Raya Bhimo Wikan Hantoro mengatakan optimistis menghadapi persaingan bank digital di Indonesia, karena masih banyak potensi yang bisa digali.

    “Menurut kami memang akan terjadi konsolidasi beberapa tahun ke depan. Kalau Bank Raya, kita berfokus pada captive market dengan competitive advantage. Kami yakin dengan positioning atau performance Bank Raya ke depannya,” kata dia dalam CNBC Indonesia BUMN Report 2023, Jumat (1/9/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Di samping itu, secara target market, Bank Raya memiliki potensi yang besar, yakni bisnis keagenan dan masyarakat di rural area.

    “Tanpa kami spending acquisition cost terlalu besar bahwa kami sebagai bank digital mengedepankan sustainable growth dan profitability,” tegas Bhimo.

    Untuk diketahui dalam rangka menggaet nasabah, perbankan digital berlomba-lomba, salah satunya dengan menawarkan suku bunga tinggi, baik untuk tabungan maupun deposito. Di samping itu, hal ini sekaligus untuk menghimpun dana.

    Bhimo juga mengatakan bahwa Bank Raya juga turut meramaikan fenomena bunga tinggi yang terjadi sejak pertengahan 2022 itu. Meski demikian, kata dia, bunga tinggi bukan menjadi fokus di Bank Raya sebab mayoritas nasabah Bank Raya lebih menaruh perhatian terhadap fitur-fitur Bank Raya.

    “Ini terefleksikan dalam lingkup kita bahwa mereka lebih tertarik pada hal-hal yang akan membantu bisnis mereka ke depannya. Itulah kenapa fitur-fitur kita, saku untuk mengatur keuangan, untuk mereka melakukan tabungan rencana atau long term saving, sebenarnya secara cost of blended itu hanya sekitar 3,16%. Jadi bukan yang terlalu tinggi juga,” jelas Bhimo.



    Artikel Selanjutnya


    Telkomsel Mitra Inovasi Beberkan Strategi dan Sektor Incaran

    (rah/rah)


    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.