Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bank Dunia Warning ‘Awan Gelap’, Startup RI Harus Apa?
    Insight News

    Bank Dunia Warning ‘Awan Gelap’, Startup RI Harus Apa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 September 2022Updated:29 September 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Risiko resesi makin nyata. Bank Dunia menyebutkan saat ini negara-negara di dunia sedang bergerak menuju resesi pada 2023 mendatang yang dipicu kenaikan suku bunga yang agresif.

    “Tiga ekonomi terbesar dunia-Amerika Serikat, China, dan kawasan Eropa- telah melambat tajam,” tulisnya dalam sebuah studi terbaru.

    Hal ini diperkirakan juga akan berdampak pada Indonesia, khususnya pada ekosistem startup dalam negeri. Dalam sebuah kesempatan beberapa waktu lalu, CEO BNI Modal Ventura, Eddi Danusaputro mengatakan apa yang terjadi di global cepat atau lambat akan sampai ke Indonesia, meski menurutnya negara ini masih terisolasi.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Investor sendiri berubah perilakunya akibat krisis likuiditas. Dulu mereka yang kerap jorjoran menggelontorkan uang akan semakin selektif memberikan dana pada startup.

    “Tapi benar krisis likuiditas mengacu kepada investor makin selektif yang tadinya jor-joran gampang untuk memberikan investasi ke startup, sekarang menjadi lebih selektif,” kata Eddi.

    Menghadapi hal ini, startup diminta untuk lebih berhemat. Dana yang sebelumnya cukup untuk 6 bulan, saat ini harus bertahan hingga 1 tahun. Para startup juga diminta lebih realistis untuk menentukan valuasi perusahaan.

    Eddi mengatakan kemungkinan terjadi, termasuk di tanah air, dalam satu hingga dua tahun lagi. Namun apa yang terjadi, dia menambahkan merupakan sesuatu yang natural dan bagian dari evolusi ekosistem startup.

    “Tapi ya memang ini evolusi dari ekosistem startup kita yang selama 10-12 tahun ini mengalami mengalami kenaikan terus. Bagaimanapun juga pada saatnya perlu koreksi tapi setelah ini kita jadi yang lebih sehat,” jelas Eddi.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Startup Bangkrut, Elon: Banyak Uang Diberikan ke Orang Bodoh

    (npb)


    Techno for life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.