Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bangkrut Hingga Ingin Bunuh Diri
    Insight News

    Bangkrut Hingga Ingin Bunuh Diri

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa3 Agustus 2022Updated:7 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

    Jakarta, Dexpert.co.id – Investor Celcius harus menelan pil pahit setelah raksasa peminjaman kripto itu bangkrut. Selain itu perusahaan juga dituding menjalankan skema Ponzi.

    Mereka yang dirugikan, 1,7 juta pelanggan melaporkan ke Distrik Selatan New York. Dengan harapan bisa mendapatkan uang mereka kembali.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Salah satu korbannya adalah Christian Ostheimer, 37 tahun asal Connecticut. Dia menyatakan uangnya US$30 ribu hilang dan membuat dirinya ke ‘komplikasi pajak yang tidak bisa diatasi’.

    Ada juga Flori Ohm, ibu tunggal dengan dua anak perempuan, yang mengatakan sangat berdampak dari keuangan dan kesehatan mental akibat kebangkrutan itu. Dia menyatakan tidak bisa tidur atau fokus bekerja.

    Sementara itu Stephen Bralver asal California yang mengatakan hanya memiliki US$1.000 dari rekening giro Wells Fargo. Uang itu jadi sumber dana untuk memenuhi kebutuhan keluarganya sejak Celcius menangguhkan seluruh penarikan.

    “Sama sekali tidak mungkin saya bisa menyediakan tanpa akses ke aset saya di Celcius. Ini merupakan situasi darurat, hanya untuk menjaga keluarga saya dan makanan di meja mereka,” ungkapnya dikutip dari CNBC Internasional, Rabu (3/8/2022).

    Lebih parah lagi, beberapa dari mereka berpikir bunuh diri jika tidak bisa mengambil uangnya lagi. “Pikiran kehilangan uang sebanyak itu mengerikan. Jika saya tidak mendapatkannya kembali, saya akan mengakhiri hidup saya karena kehilangan itu akan berdampak besar untuk saya dan keluarga,” kata Katie Davis dari Australia yang memiliki US$138 ribu.

    Sebelumnya, pada Oktober 2021 CEO Alex Mashinky mengatakan perusahaannya memiliki aset yang dikelola sneilai US$25 miliar. Namun sekarang hanya tersisa US$167 juta dalam bentuk tunai.

    Dalam pengajuan kebangkrutannya, Celcius mengatakan berutang kepada penggunanya sekitar US$4,7 miliar. Pengajuan itu juga menunjukkan perusahaan punya lebih dari 100 ribu kreditur.

    Beberapa diantaranya meminjamkan uang tunai tanpa jaminan untuk mendukung pengaturan. Dari 50 kreditur tanpa jaminan teratas adalah Sam Bankman-Fried, Alameda Research, dan perusahaan investasi berbasis di Kepulauan Cayman.

    CNBC Internasional menuliskan kemungkinan para kreditur itu yang pertama mendapatkan uangnya kembali.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Gladi Resik Sukses, Ethereum Siap Dirombak

    (npb/roy)


    Mind your business Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.