Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bahaya TikTok Nyata, Pakar RI Respons Usul AS Beri Label Mirip Rokok
    Insight News

    Bahaya TikTok Nyata, Pakar RI Respons Usul AS Beri Label Mirip Rokok

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 Juni 2024Updated:20 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Pengamat Budaya & Komunikasi Digital UI, Firman Kurniawan menilai pemerintah Indonesia perlu meninjau strategi untuk melabeli media sosial sebagai produk berbahaya. Sebelumnya, usulan itu diungkapkan Kepala Asosiasi Dokter Amerika Serikat (Surgeon General) Vivek Murthy.

    Murthy mengatakan perlu mencantumkan label berbahaya pada aplikasi media sosial. Ini dilakukan agar pengguna sadar atas ancaman kesehatan mental dari platform tersebut.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Meski label dirasa tidak cukup, namun menurutnya langkah itu bisa menciptakan kesadaran dan perubahan perilaku. Dia menyamakan bahaya kecanduan media sosial serupa dengan konsumsi rokok dan produk tembakau lain.

    Terpisah, menurut Firman, media sosial perlu memberikan peringatan berbahaya bagi penggunanya. Misalnya mencantumkan efek dari penggunaan media sosial secara berlebihan.

    “Mungkin pencantuman logo sebagai produk berbahaya pada rokok untuk ditiru persis sama pada media sosial, perlu ditinjau strateginya,” kata Firman kepada CNBC Indonesia, Kamis (20/6/2024).

    “Namun memperingatkan bahaya penggunaan berlebih tanpa memahami konsekuensi yang ditimbulkan media sosial, sangat perlu,” imbuhnya.

    Bahaya media sosial untuk kesehatan mental telah diungkapkan oleh riset maupun pernyataan para mantan eksekutif perusahaan tersebut. Termasuk, Firman mengatakan dari buku Ten Arguments for Deleting Your Social Media Account Right Now dari Jaron Larnier.

    Menurutnya salah satu paling menonjol pada penggunaan media sosial terkait kenyamanan yang diberikan. Ini membuat pengguna enggan meninggalkan media sosial.

    “Pada intensitas berikutnya rasa nyaman berubah menjadi rasa khawatir tertinggal dari informasi yang didistribusikan media sosial. FOMO salah satu bentuknya,” jelas Firman.

    Dampak lainnya adalah kedangkalan dalam berpikir. Karena sistem biner yang lazim ditemukan pada media sosial.

    “Wujudnya sebagai sikap: Benar-salah, kawan-musuh, didukung-dimaki, adalah bentuk bentuk perilaku yang tak disadari para pengguna intensif media sosial. Seluruhnya ini mendorong munculnya masyarakat tanpa konteks. Menilai peristiwa tanpa membedakan variasi ruang dan waktunya,” ucapnya.


    High Technology Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.