Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bahaya AI Setara Nuklir, PBB Kasih Peringatan Keras
    Insight News

    Bahaya AI Setara Nuklir, PBB Kasih Peringatan Keras

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 Juni 2023Updated:13 Juni 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Beberapa saat lalu, CEO OpenAI sekaligus pencipta ChatGPT Sam Altman mengimbau agar pemangku kebijakan di seluruh dunia membentuk lembaga pengawasan untuk teknologi kecerdasan buatan (AI).

    Ia menyarankan agar lembaga tersebut berfungsi seperti International Atomic Energy Agency (IAEA), yakni badan internasional yang mengawasi penerapan energi nuklir.

    Pasalnya, AI dinilai serupa dengan nuklikr. Keduanya membawa manfaat tak ternilai, namun ada risiko fatal jika disalahgunakan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Menanggapi saran tersebut, Sekjen PBB Antonio Guterres buka suara. Menurut dia, peringatan dari Altman dan beberapa eksekutif teknologi lainnya perlu direspons dengan serius.

    “Sudah banyak masukan soal risiko pengembangan teknologi AI dalam bentuk baru, yakni AI generatif. Alarm paling keras datang dari pihak-pihak yang mengembangkannya,” kata dia, dikutip dari Reuters, Selasa (13/6/2023).

    “Kita semua harus menanggapi peringatan itu dengan serius,” ia menambahkan.

    Ia mengumumkan rencana untuk mulai menggenjot pengawasan global terhadap AI mulai akhir tahun ini. Salah satunya dengan membentuk badan penasihat AI tingkat tinggi yang secara rutin meninjau aturan soal tata kelola AI.

    Selain itu, badan penasihat AI juga akan merekomendasikan upaya untuk menyelaraskan pengembangan teknologi AI dengan kepentingan Hak Asasi Manusia (HAM), hukum, dan manfaat bersama.

    Ia juga mengaku setuju dengan ide pembentukan lembaga internasional serupa IAEA khusus untuk AI.

    “Saya setuju dengan ide tersebut. Kita bisa membentuk lembaga intelijen yang terinspirasi dari lembaga pengawasan nuklir saat ini,” ia menuturkan.

    Meski demikian, ia menggarisbawahi bahwa lembaga semacam itu hanya bisa dibentuk oleh anggota negara-negara di dunia. Sejken PBB tak punya kewenangan untuk membentuknya.

    Sebagai catatan, IAEA yang berbasis di Vienna didirikan pada 1957. Lembaga ini mempromosikan penggunaan teknologi nuklir yang aman dan damai. Saat ini, lembaga itu memiliki 176 negara anggota.

    Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak mengatakan pihaknya mendukung penuh pembentukan lembaga AI tersebut. Inggris bakal menjadi tuan rumah pertemuan tingkat tinggi (KTT/summit) pada akhir tahun ini untuk membahas koordinasi internasional guna mengatasi risiko AI.

    Guterres mengatakan setuju dengan rencana KTT di Inggris. Namun, ia mewanti-wanti agar pertemuan itu digarap serius.



    Artikel Selanjutnya


    ChatGPT Produk Gagal! Simak Pengakuan Penciptanya

    (fab/fab)


    Hitech for better life Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.