Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Badai PHK Startup Hajar RI, Ini kata Perancang Aplikasi Gojek
    Insight News

    Badai PHK Startup Hajar RI, Ini kata Perancang Aplikasi Gojek

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 Juli 2022Updated:9 Juli 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Badai PHK sedang melada para startup di Indonesia. Mengenai fenomena ini Alamanda Shantika, Presiden Direktur Binar Academy, ikut mengomentari kejadian tren pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di startup belakangan ini.

    Selain itu, dia juga menyatakan menerapkan bootstrap pada perusahaannya itu.




    Foto: Alamanda Shantika Santoso (Instagram/alamandas)




    Yang bisa saya katakan hanyalah #iToldYouSoAlamanda Shantika

    “Banyak yang bertanya kepada saya mengenai ledakan baru-baru ini, dan yang bisa saya katakan hanyalah #iToldYouSo,” kata Alamanda yang pernah menjabat sebagai Vice President Gojek itu, dikutip dari laman Linkedin, Jumat (8/7/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ala, sapaan akrabnya, menyatakan butuh banyak waktu ekosistem melakukan kalibrasi. Karena itulah, dia membangun Binar Academy yang bertujuan mempercepat ketersediaan talenta.

    Binar Academy dibuat untuk menyeimbangkan penawaran dan permintaan. Saat itu, dia menuturkan tidak banyak yang menginginkan melakukan hal tersebut.

    “Serta untuk tujuan ini dengan semua suka dan duka yang kamu lalui, Dita Aisyah, Ignasius Setolareno, dan saya bootstrap untuk Binar selama 4 tahun,” jelasnya.

    Dia mengatakan proses tersebut menguji mentalitas wirausaha. “Apakah kita benar-benar siap? Kami menghitung setiap uang dan memastikan semua sumber daya telah dimaksimalkan,” jelasnya.

    Dengan keputusan melakukan bootstrap, menurutnya akan mengajarkan membangun fondasi yang kuat dan sehat. Termasuk membuat berpikir cara untuk bisa mengembangkan unit yang sehat.

    Perempuan yang juga menempati posisi di dewan komisaris Mandiri Capital dan Blue Bird ini menambahkan bahwa ukuran dan kesuksesan startup tidak bisa hanya dinilai pada keberhasilan mengumpulkan pendanaan jutaan dolar.

    Tak lupa, Ala juga memberikan pujian pada perusahaan yang dapat berkembang tanpa dukungan suntikan modal dari investor dan merekalah yang pantas disorot.

    Melansir Detik.com, tahun 2016 Ala mengatakan ekosistem startup mulai tidak sehat. Karena adanya pembajakan karyawan, munculnya startup baru, hingga yang menawarkan jumlah gaji tinggi.

    Bahkan saat itu, Ala telah mengungkapkan ketakutan adanya startup bubble seperti yang terjadi pada dotcom. Hal tersebut membuat perusahaan tidak bisa membayar gaji para pegawainya.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Taipan, Investor Gojek, hingga Eks Menteri Bicara PHK Startup

    (dem)


    Mind your business Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.