Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Badai PHK sampai 2023, Ini Tiga Skenario Akhir Sebuah Startup
    Insight News

    Badai PHK sampai 2023, Ini Tiga Skenario Akhir Sebuah Startup

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa9 Desember 2022Updated:9 Desember 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sejak awal hingga akhir tahun, perusahaan rintisan atau startup sedang dilanda badai PHK. Gelombang PHK bahkan menggulung perusahaan besar sekelas GoTo dan Shopee.

    Lalu bagaimana keadaan ekosistem startup teknologi tahun depan? Apa yang sebaiknya perusahaan lakukan di 2023?

    Wakil Ketua Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia (Amvesindo), Donald Wihardja menyebutkan 2023 menjadi waktu yang tepat bagi startup untuk menjaga keberlangsungan bisnis.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sebab menurutnya setiap ada “awan gelap” pasti ada manfaat di dalamnya. Ia bahkan berpesan agar pemain startup tidak menyia-nyiakan suatu krisis, terutama untuk merger dan akuisisi.

    “Pada dasarnya merger dan akuisisi itu sesuatu yang baik dari sisi startup,” ujarnya dalam segmen Profit di CNBC Indonesia, Kamis (8/12/2022).

    “Mengingat bahwa dari sisi venture capital, startup itu akan berakhir IPO, merger dan akuisisi atau mati,” imbuhnya.

    Sebab jika terjadi merger dan akuisisi dari kacamata investor, artinya startup tersebut masih dianggap berharga dan layak untuk melanjutkan hidup.

    Ia pun tak menutup mata jika startup banyak dikritik karena menjadi ‘gemuk’ dan bakar uang sana dan sini.

    Tapi dengan krisis yang sekarang sedang terjadi akan memberikan dorongan yang memaksa startup menjadi streamline, karena uang tidak lagi murah.

    “Di 2021 jadi startup itu gampang, fundraising gila. Nah kegampangan itu hilang, akibatnya mereka mesti menggunakan uang yang ada ini untuk memprioritaskan apa yang mereka harus buat,” ujarnya.

    Dengan begitu mereka harus memprioritaskan bisnis tertentu, terutama bisnis yang sudah terbukti ampuh untuk mereka. Dibandingkan membuat bisnis baru yang mereka mau coba.

    “Sebenarnya dari sisi kelangsungan hidup perusahaan dan kematangan perusahaan, perusahaan yang baik itu kan mesti bisa milih yang benar dan dipaksa milih, akhirnya mereka memilih yang benar.” pungkasnya.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Startup Ini Pecat Pegawai Lewat Zoom, 9 Bulan 4 PHK Massal

    (dem)


    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.