Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Badai PHK Makin Kencang, Raja Telko Pangkas 8.500 Karyawan
    Insight News

    Badai PHK Makin Kencang, Raja Telko Pangkas 8.500 Karyawan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 Februari 2023Updated:25 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Badai PHK di raksasa tekonologi makin menghantui di 2023. Baru awal tahun, berita soal pemangkasan karyawan sudah terdengar, mulai dari Google, Microsoft, Amazon, hingga JD.ID yang tutup permanen di Indonesia.

    Terbaru, raja telekomunikasi Ericsson mengumumkan PHK ke 8.500 karyawannya di seluruh dunia. Hal ini terungkap dari memo internal yang dikirim ke karyawan, dikutip dari Reuters, Sabtu (25/2/2023).

    “Mekanisme pengurangan karyawan akan diatur sesuai kebijakan masing-masing negara,” kata CEO Ericsson, Borje Ekholm melalui memo internal tersebut.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ia melanjutkan, pemberitahuan soal PHK sudah lebih dulu disebar di sejumlah negara pada pekan ini. Namun, tak dirinci lebih lanjut negara mana yang akan memakan korban paling banyak.

    Pengamat memprediksi karyawan Ericsson cabang Amerika Utara bakal jadi yang paling banyak kena PHK. Sementara itu, pengurangan karyawan di negara berkembang seperti India akan jadi yang terkecil.

    Pada awal pekan ini, kantor pusat Ericsson di Swedia telah mengumumkan PHK untuk 1.400 karyawan. Diketahui, total karyawan raksasa telko yang dulu sempat jadi raja HP ini berjumlah 105.000 orang.

    Desember lalu, Ericsson sudah mengindikasikan bakal terjadi PHK. Perusahaan asal Stockholm itu sesumbar akan menghemat US$880 juta (Rp 13 triliun) hingga akhir 2023.

    Pasalnya, permintaan pasar dikatakan lesu di beberapa negara, termasuk Amerika Utara. “Sudah menjadi tugas kami menghemat pengeluaran agar tetap kompetitif,” dalih Ekholm.

    “Musuh terbesar perusahaan saat ini adalah berpuas diri,” ia menambahkan.

    Diketahui, banyak perusahaan telekomunikasi yang meningkatkan inventaris mereka selama periode pandemi. Hal ini menyebabkan lambatnya pesanan ke pembuat peralatan telekomunikasi seperti Ericsson.



    Innovation Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.