Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Badai PHK Datang Lagi, Bukan Startup Tapi Perusahaan Gede!
    Insight News

    Badai PHK Datang Lagi, Bukan Startup Tapi Perusahaan Gede!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 Juli 2022Updated:16 Juli 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Badai pemutusan hubungan kerja (PHK) yang menghantui startup teknologi, kini menular ke perusahaan teknologi raksasa (big tech).

    Nama-nama besar seperti Microsoft, Tesla dan Twitter, baru-baru ini juga dilaporkan merumahkan ratusan karyawan mereka dengan berbagai alasan. Berikut perincinya:

    1. Microsoft


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Microsoft mengumumkan kebijakan PHK atas sekitar 1.800 pegawainya. Tech Crunch yang mengutip Bloomberg, menyatakan bahwa Microsoft mengumumkan “penyesuaian peran dan grup bisnis” setelah akhir tahun fiskal per 30 Juni 2022.

    Kebijakan PHK ini dilaporkan memengaruhi 1% dari total pegawai Microsoft, yang saat ini mencapai 180.000 orang, dan tidak spesifik diterapkan di regional atau divisi tertentu.

    Namun, Microsoft menegaskan dalam beberapa bulan ke depan tetap berencana menambah jumlah pegawai.

    “Hari ini kami menghapus beberapa posisi di perusahaan, dalam jumlah yang kecil. Seperti semua perusahaan, kami mengevaluasi prioritas bisnis secara reguler dan harus melakukan penyesuaian struktural,” kata Microsoft kepada Bloomberg seperti dikutip dari Tech Crunch.

    2. Tesla

    Tesla mengumumkan telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 229 karyawan di kantor San Mateo, California, Amerika Serikat (AS).

    Jumlah karyawan yang kena PHK lebih besar dari kabar awal yang diungkap Bloomberg bahwa ada 200 karyawan terkena PHK.

    PHK ini pun merupakan pemangkasan karyawan terbesar Tesla dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya CNBC International melaporkan Tesla pernah melakukan PHK pada 700 lebih karyawannya pada 2017.

    Elon Musk selaku CEO Tesla mengatakan, perusahaan telah kelebihan staf di banyak area. Orang terkaya di dunia itu mengatakan bahwa dia memiliki “perasaan yang sangat buruk” tentang ekonomi dalam email terpisah kepada para eksekutif, lapor Reuters.

    Tesla mempekerjakan hampir 100.000 orang di seluruh dunia pada akhir 2021.

    3. Twitter

    Perusahaan sekelas Twitter juga mendapat kunjungan badai PHK. Perusahaan berlogo burung biru itu dilaporkan memberhentikan 100 orang karyawannya.

    Laporan Wall Street Journal (WSJ) menyebutkan perusahaan memangkas 30% dari tim talent acquisition. Terdiri dari tim rekrutmen dan tim yang mencari karyawan baru yang dibutuhkan perusahaan, dikutip dari Engadget.

    Sementara itu kepada WSJ, Twitter mengatakan ‘kurang dari 100 orang’ telah diberhentikan. Menurut raksasa jejaring sosial, hanya tim talent acquisition yang terdampak keputusan ini.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Taipan, Investor Gojek, hingga Eks Menteri Bicara PHK Startup

    (dem)


    Smart your life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.