Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Badai PHK Bikin Orang Pilih Kerja Ini, Ogah Balik ke Perusahaan
    Insight News

    Badai PHK Bikin Orang Pilih Kerja Ini, Ogah Balik ke Perusahaan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 Oktober 2024Updated:12 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Banyaknya PHK mengubah bursa kerja secara keseluruhan. Dilaporkan mereka yang terkena PHK lebih memilih bekerja freelance dibandingkan kembali ke pekerjaan penuh waktu atau full-time di korporasi.

    Setidaknya begitu yang terlihat dalam laporan terbaru LinkedIn. Pada 2021, platform LinkedIn meluncurkan LinkedIn Services Marketplace. Ini menjadi tempat pasar para freelance menawarkan jasa, serta pemberi kerja untuk merekrut freelancer.

    Pasar ini dibuat dengan tujuan membangun bisnis dan layanan baru para penggunanya, di tengah badai PHK yang menerjang pasca pandemi.

    Tiga tahun setelah diluncurkan, 10 juta pengguna telah membuat laman di marketplace itu pada 2024 atau naik 48% dari tahun sebelumnya.

    Permintaan layanan juga telah meningkat. Dilaporkan mencapai rata-rata delapan per menit dan naik 65% dari tahun ke tahun, dikutip dari Tech Crunch, Jumat (11/10/2024).

    Tech Crunch menuliskan pasar pekerja lepas disebutkan mengkalibrasi ulang model bisnis seiring menurunnya permintaan. Mereka berusaha meningkatkan tingkat penerimaan saat banyak orang memilih pekerjaan tetap atau ada juga yang tidak lagi menggunakan platform.

    Sementara itu, LinkedIn menggunakan platform freelance untuk mendorong langganan premium. Mereka yang berlangganan akan bisa meningkatkan eksposurnya.

    Pendapatan dari langganan premium LinkedIn diketahui juga ikut naik. Mencapai 51% tahun ini dan menghasilkan US$1,7 miliar (Rp 26,5 triliun).

    Namun memang belum sebesar dari pendapatan yang dikantongi LinkedIn tahun lalu. Pada 2023, perusahaan menghasilkan lebih dari US$16 miliar atau Rp 249,5 triliun.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Buka-bukaan Indosat Soal Aksi Stock Split





    Next Article



    IMF Warning 60% Pekerjaan Bakal Lenyap 2026, Tsunami PHK Makin Ganas



    Insight for you Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.