Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Awas! Trojan ini Tiru CS Bank, Bisa Curi Data Pribadi
    Insight News

    Awas! Trojan ini Tiru CS Bank, Bisa Curi Data Pribadi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 April 2022Updated:14 April 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Trojan yang dijuluki Fakecalls, menyamar sebagai aplikasi perbankan dan meniru telepon layanan pelanggan (customer support) dari bank-bank populer di Korea Selatan.

    Tidak seperti Trojan perbankan biasa, ia secara diam-diam mencegat panggilan ke bank sesungguhnya dengan menggunakan koneksi mereka sendiri.

    Alih-alih terhubung dengan karyawan bank, nasabah terhubung dengan para pelaku kejahatan siber yang kemudian mencoba membujuk mereka untuk memberikan data pembayaran atau informasi rahasia lainnya.

    Trojan perbankan tersebut pertama kali ditemukan pada Januari 2021. Selama penyelidikan, peneliti Kaspersky menemukan bahwa ketika seorang korban menelepon hotline bank, Trojan membuka panggilan layar palsunya sendiri sebagai pengganti panggilan asli bank.

    Ada dua kemungkinan skenario yang terungkap setelah panggilan disadap. Pertama, Fakecalls menghubungkan korban secara langsung dengan pelaku kejahatan siber yang menampilkan diri mereka sebagai staf layanan pelanggan bank.

    Kedua, yakni skenario alternatif, Trojan akan memutar rekaman salam standar dari bank dan meniru percakapan standar menggunakan pesan suara otomatis.

    “Tujuan utama dari panggilan tersebut adalah untuk membujuk korban memberikan sebanyak mungkin informasi rahasia, termasuk perincian rekening bank,” kata Peneliti Keamanan di Kaspersky Igor Golovin, dalam keterangan terulisnya, Rabu (13/4/2022).

    Saat diunduh, aplikasi Fakecall, yang menyamar sebagai aplikasi perbankan asli, meminta berbagai izin akses ponsel seperti ke kontak, mikrofon, kamera, geolokasi, dan telepon.

    Izin ini memungkinkan Trojan untuk mengakses panggilan masuk dan menghapusnya dari riwayat perangkat, misalnya, ketika bank sesungguhnya mencoba menghubungi kliennya.

    Trojan Fakecalls tidak hanya dapat mengendalikan panggilan masuk, tetapi juga dapat memalsukan panggilan keluar. Jika pelaku kejahatan siber ingin menghubungi korban, Trojan menampilkan layar panggilannya sendiri di atas layar sistem.

    Akibatnya, pengguna bukan melihat nomor asli yang digunakan oleh pelaku kejahatan siber, melainkan nomor telepon layanan dukungan bank yang ditampilkan oleh Trojan.

    Pelaku kejahatan siber yang membuat Fakecalls telah menggabungkan dua teknologi berbahaya yakni Trojan perbankan dan rekayasa sosial, sehingga korban lebih mungkin kehilangan uang dan menyerahkan data pribadi.

    Golovin menyarankan, saat mengunduh aplikasi mobile banking baru, pertimbangkan izin akses yang diminta.

    “Jika [aplikasi] mencoba untuk mendapatkan akses berlebihan yang mencurigakan ke kendali perangkat, termasuk akses penanganan panggilan, kemungkinan besar aplikasi tersebut adalah Trojan perbankan.” pungkasnya.

    [Dexpert.co.id]

    (Intan Rakhmayanti Dewi/dem)


    Mind your business Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.