Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Awas Terkecoh, Ini Beda Gejala Omicron dan Batuk Pilek Biasa
    Insight News

    Awas Terkecoh, Ini Beda Gejala Omicron dan Batuk Pilek Biasa

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 Februari 2022Updated:24 Februari 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Orang yang terjangkit virus Covid-19 varian Omicron biasanya mengeluhkan pilek, hidung tersumbat, bersin, sakit tenggorokan, dan disertai batuk.

    Berdasarkan gejalanya, sulit untuk membedakan antara flu biasa dan Covid-19, terutama dalam kasus varian Omicron. Di sinilah pentingnya pengujian lab.

    “Pilek biasa dan Omicron, dalam pandangan saya, tidak mungkin untuk dibedakan,” kata Prof Eskild Petersen dari Aarhus University Hospital di Denmark.

    Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlina Burhan mengatakan gejala yang khas pada omicron adalah hidung tersumbat atau rinore, batuk, nyeri tenggorokan, terutama tenggorokan gatal.

    “Namun jarang flu itu nyeri tenggorokan dan jarang tenggorokan gatal, flu biasanya adalah pilek dan kadang-kadang disertai batuk.” ujarnya.

    Erlina Burhan menjelaskan sebagian besar gejala klinis dari omicron ini ringan-ringan saja bahkan tidak bergejala.

    Dari studi HKUMed Hong Kong menyebutkan varian omicron memiliki laju infeksi dan replikasi (berkembang biak) di bronkus (saluran pernafasan) 70 kali lebih tinggi dari varian Delta dan varian awal.

    “Ini lah kenapa gejala-gejala omicron itu banyaknya berurusan dengan saluran nafas. Apa itu, batuk, nyeri tenggorok, gatal di tenggorok, kemudian hidung tersumbat, pilek atau rinore,” ujarnya Erlina Burhan.

    Sementara berdasar laporan CDC jika seseorang memiliki Covid-19, mereka dapat menular lebih lama daripada jika hanya menderita flu. Kebanyakan orang dengan flu menular selama sekitar 1 hari sebelum mereka menunjukkan gejala.

    [Dexpert.co.id]

    (roy/roy)


    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.