Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Awas Siswa Curang Pakai AI, Ini Kata Anak Buah Nadiem
    Insight News

    Awas Siswa Curang Pakai AI, Ini Kata Anak Buah Nadiem

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 Mei 2024Updated:7 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Teknologi kecerdasan buatan (AI/Artificial Intelligence) dikhawatirkan membuka peluang bagi siswa berbuat curang saat mengerjakan tugas. Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbud, Anindito Aditomo mengatakan perlu metode baru untuk mengadopsi teknologi AI dalam proses pendidikan.

    “AI akan ada di sini dan kita tidak bisa menghindarinya. Yang harus berubah adalah kita. Justru dosen perlu dan guru perlu mengintegrasikan [AI], mulai dari proses pembelajarannya, tugas, dan assesment,” jelas Anindito dalam FMB 9, Senin (6/5/2024).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ia mengatakan para siswa harus dipandu dalam menggunakan AI saat mengerjakan tugas. AI boleh dijadikan alat dalam membuat tugas, tetapi tidak boleh menggantikan peran siswa dalam mengerjakan tugas. 

    Pengajar harus memberikan contoh bagaimana menggunakan AI saat mengerjakan tugas. Misalnya membuat perintah pada mesin AI.

    “Contoh membuat essay atau tulisan. Kita justru meminta mahasiswa atau murid ‘oke kamu pakai AI untuk brainstorming struktur tulisan, untuk riset, atau mungkin boleh juga sampai buat draft awal’. Tapi diakui oleh murid ini adalah produk AI, mereka dipandu caranya, membuat pertanyaan yang bagus untuk AI,” kata dia.

    Tugas yang diberikan juga tidak berhenti setelah AI digunakan. Namun setelah selesai, murid harus mengembangkan atau mengolahnya sendiri.

    “Hasil draft yang dihasilkan AI jadi bahan input dari proses selanjutnya,” ujarnya.

    Misalnya, ia mencontohkan ketika mahasiswa atau murid memerintahkan draft awal untuk dibuat AI. Hasilnya pasti mengandung infromasi yang kurang pas.

    “Dari draft awal diolah lagi, kamu edit lagi, sehingga mencerminkan gaya tulisan kamu sendiri,” kata Anindito.

    Anindito menjelaskan penggunaan teknologi untuk membantu pekerjaan sebenarnya sudah dilakukan sebelum kehadiran AI. Misalnya ketika manusia mulai mengenal kalkulator, Google, dan Wikipedia beberapa tahun lalu.

    “Semua orang harusnya belajar dari pengalaman tersebut,” ujarnya.



    Hitech for better life Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.