Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Awas Modus Penipuan Baru di Google Susah Dikenali, Korbannya Banyak
    Insight News

    Awas Modus Penipuan Baru di Google Susah Dikenali, Korbannya Banyak

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 Agustus 2024Updated:20 Agustus 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Penjahat siber menemukan cara baru menyebar malware, spam, dan iklan tipuan untuk menjerat korban. Cara ini memanfaatkan layanan Google, Azure, OVH, dan sejenisnya.

    Penipu akan mengeksploitasi fitur-fitur pada layanan resmi yang sejatinya dibuat untuk meningkatkan pengalaman pengguna.

    Peneliti dari BleepingComputer menemukan banyak website yang berjalan pada sistem cloud Microsoft Azure, OVH, dkk, untuk menyebar misinformasi di internet.

    Biasanya rumor palsu itu terkait selebritas dan tokoh publik kawakan. Ketika sudah banyak konten palsu yang dibuat tentang tokoh tertentu, sistem Google akan memprioritaskannya di mesin pencari.

    Lalu, konten-konten itu akan dipasang pada informasi yang dianggap berhubungan (new info related too…). Alhasil, konten-konten palsu itu jadi viral dan banyak dikonsumsi pengguna internet.

    Bagi yang tak familiar, ‘new info related to…’ merupakan fitur yang akan memberikan notifikasi kepada pengguna ketika ada informasi tertentu yang muncul. Biasanya berkaitan dengan pencarian sebelumnya.

    Misalnya, pengguna sebelumnya membaca artikel terkait Tom Hardy. Ketika ada notifikasi, Google memberikan berita-berita terkait tokoh tersebut.

    Ketika pengguna membuka artikel-artikel palsu yang sudah disiapkan penipu, website yang memuatnya berisi banyak malware. Pembaca pun akan jadi korban. Dampaknya beragam, mulai dari pencurian data sensitif, penguncian akses data, hingga pembobolan rekening.

    Ada juga yang mengalihkan pengguna ke program antivirus palsu. Jika terkecoh, pengguna justru akan mendapatkan banyak virus pada perangkatnya.

    Dikutip dari TechRadar, Selasa (20/8/2024), belum ada respons jelas dari Google untuk menanggulangi masalah ini.

    Ini bukan kali pertama sistem Google dimanfaatkan para penjahat siber untuk menyisipkan malware dan adware. Hingga masalah ini diselesaikan, pengguna sebaiknya berhati-hati ketika mencari informasi di internet.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Adopsi Teknologi Alkes, Kunci RI Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan





    Next Article



    4 Petaka Besar Mengintai Negara Asia, Penipuan Online Makin Ngeri



    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.