Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Awas Modus Penipu Jual Obat Pelangsing, Rekening Auto Ludes
    Insight News

    Awas Modus Penipu Jual Obat Pelangsing, Rekening Auto Ludes

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa9 Desember 2024Updated:9 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Amerika Serikat (AS) tengah kebanjiran penipuan obat pelangsing di platform online. Semuanya tersebar baik di TikTok, Facebook, Instagram dan platform lainnya.

    CNBC Internasional menyebutkan banyak penjualan obat GLP-1 bermerek dan palsu belakangan ini. Obat dengan merek Lilly dan Novo dari penjual tidak sah, palsu, atau obat yang berbeda sama sekali telah diterima oleh para konsumen.

    Wakil presiden moderasi konten Coalition for a Safer Web, Eric Feinberg menjelaskan penipuan itu memanfaatkan emosi manusia untuk menurunkan berat badan. Mereka menjadi sasaran empuk untuk jadi korban berikutnya.

    “Ini menjadi audiens yang sempurna untuk digunakan secara online memanfaatkan orang secara psikologis dan emosional,” kata Feinberg dikutip dari CNBC Internasional, Senin (9/12/2024).

    Laporan dari lembaga nirlaba Digital Citizens Alliance dan Coalition for a Safer Web menjelaskan soal modus penipuan di platform online. Menurut laporan, para penipu akan membuat akun yang cukup menjanjikan bagi masyarakat.

    Termasuk harga yang ditawarkan juga jauh lebih murah dari yang dijual di pasar. Kabarnya obat itu dijual sekitar US$200-US$400 (Rp 3,1 juta – 6,3 juta) untuk penggunaan selama satu bulan.

    Melengkapi kejahatan itu, para penipu menggunakan platform pembayaran online seperti Zelle, Venmo, dan Paypal. Ini membuat sulit untuk dilacak dibandingkan dengan membayar melalui kartu kredit tradisional.

    Penipuan yang berhasil terungkap menyebutkan obat itu berasal dari luar negeri. Para penipu akan meminta tambahan biaya karena obat tertahan bea cukai.

    Mereka akan meminta tambahan sekitar US$300-US$500 (Rp 4,7 juta – Rp 7,9 juta) agar obat bisa keluar dari bea cukai. Untuk meyakinkan para korbannya, penipu juga akan mengirimkan nomor pelacakan pengiriman palsu, ungkap Direktur Eksekutif Digital Citizens Alliance, Tom Galvin.

    Saat menerima obat, penipu baru sadar uang yang dikeluarkan rugi sia-sia karena obat tersebut palsu. Belum lagi efek samping yang ditimbulkan. Untuk itu, hati-hati beraktivitas di internet, terutama jika terkait obat yang dikonsumsi.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Tantangan Prabowo Jadikan Digitalisasi Mesin Utama Ekonomi RI




    Next Article



    Penipu Bobol Rekening Rp 3,7 triliun, Ternyata Remaja 19 Tahun



    Techno for life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.