Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Awas Malware Penguras Rekening Ini Sembunyi di HP Android
    Insight News

    Awas Malware Penguras Rekening Ini Sembunyi di HP Android

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 Maret 2024Updated:20 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebuah malware ditemukan dapat bertahan di HP Android meski aplikasi pembawanya telah dihapus. Kemampuannya dapat menguras rekening milik korbannya.

    Malware bernama PixPirate ini ditemukan oleh tim Cleafy TIR. Dari laporan IBM terungkap taktik yang digunakan berbeda dengan standar malware lainnya.

    Malware biasanya akan menyembunyikan ikonnya, ini bisa dilakukan hingga Android 9. Namun PixPirate tidak menggunakan ikon atau launcher.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Hal tersebut membuat malware bisa bertahan. Bahkan hingga Android terbaru versi 14 dirilis, dikutip dari Bleeping Computers, Senin (18/3/2024).

    Untuk melihat cara kerja PixPirates, IBM Trusteer menggunakan dua aplikasi yang berbeda. Keduanya dapat mencuri informasi dari perangkat para korbannya.

    Aplikasi pertama dikenal dengan ‘pengunduh’ didistribusikan melalui APK. Ini disebar melalui pesan phishing, seperti lewat WhatsApp maupun SMS.

    Nantinya aplikasi pengunduh akan meminta izin, termasuk Layanan Aksesibilitas. Berikutnya akan mengunduh aplikasi kedua bernama Dropee, yakni melaware perbankan PixPirate terenkripsi.

    Tidak ada aktivitas utama dengan “android.intent.action.MAIN” dan “android.intent.category.LAUNCHER” dalam manifes aplikasi baru. Jadi tidak akan ikon aplikasi yang muncul dalam layar berada.

    PixPirate menargetkan pengguna platform pembayaran Pix di Brasil. Platform itu digunakan lebih dari 140 juta orang dengan transaksi melebihi US$250 miliar per Maret 2023.

    Para pelaku akan mencoba mengirimkan dana dari korban dengan mencegatnya. Selain itu juga mencoba melakukan transaksi dengan menipu korbannya.

    Saat dihubungi, Google mengatakan akan mengambil tindakan memblokir kejahatan tersebut. Namun berdasarkan deteksi terkini, diklaim tidak ditemukan aplikasi mengandung malware dalam Play Store.

    Juru bicara Google juga menegaskan pengguna telah terlindungi melalui Google Play Protect. Fitur tersebut akan aktif secara default dengan layanan Google Play pada perangkat Android.

    “Google Play Protect dapat memperingatkan pengguna atau memblokir aplikasi yang diketahui menunjukkan perilaku berbahaya, meskipun aplikasi tersebut berasal dari sumber di luar Play.” jelasnya.




    Mind your business Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.