Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Awas Kecolongan, Singapura Bikin AI Bahasa Indonesia
    Insight News

    Awas Kecolongan, Singapura Bikin AI Bahasa Indonesia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 Desember 2023Updated:7 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Singapura mengembangkan teknologi Artificial Intelligence (AI) buatan dalam negeri. Negara tetangga RI tersebut ingin mengembangkan ekosistem AI yang memperhatikan keragaman budaya dan bahasa di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

    Program LLM Multimodal Nasional (NMLP) diluncurkan oleh Otoritas Pengembangan Media Infocomm (IMDA) yang bekerja sama dengan AI Singapura dan lembaga Sains, Teknologi, dan Penelitian. Nilai program itu mencapai S$70 juta (Rp 809,3 miliar) yang didanai National Research Foundation Singapura.

    Dengan proyek ini diharapkan dapat mengembangkan kemampuan penelitian dan teknik terkait multi-modal large (LLM). Jadi bisa membantu menutup kesenjangan kritis karena model dianggap berasal dari negara Barat.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Upaya ini meningkatkan kapabilitas negara dalam penelitian dan inovasi kecerdasan, memanfaatkan sumber daya komputasi oleh National Supercomputing Centre,” kata para mitra dikutip dari Variety, Rabu (6/12/2023).

    Upaya nasional berusia dua tahun akan mendukung strategi AI nasional 2.0 di Singapura, yang diluncurkan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Keuangan, Lawrence Wong belum lama ini. Tujuannya adalah menjadikan Singapura sebagai pemimpin AI secara global pada 2030 mendatang.

    Ada banyak hal yang dilakukan Singapura untuk mewujudkan itu. Misalnya NMLP akan membangun talenta AI terampil di Singapura. Yakni dengan menyediakan pendanaan dan akses pada komputasi kelas atas dan engineer lokal.

    Selain itu juga akan menumbuhkan industri AI untuk mengembangkan solusi LLM. Strategi itu memungkinkan pula membuat Singapura bisa membangun lingkungan terpercaya saat menggunakan AI.

    Asisten kepala eksekutif Biztech Group IMDA, Ong Chen Hui menjelaskan investasi yang dilakukan bisa mendorong kolaborasi antar negara. Jadi bisa membuat gelombang inovasi AI di kawasan Asia Tenggara.

    “Upaya nasional menggarisbawahi komitmen Singapura menjadi pusat AI global. Bahasa adalah faktor penting dalam kolaborasi,” ucapnya.


    Artikel Selanjutnya


    Kisah Pegawai Nganggur Gegara AI, Makan Sehari-Hari Susah

    (npb/npb)


    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.