Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Australia Tuding Meta Mengizinkan Iklan Penipuan di Facebook
    Insight News

    Australia Tuding Meta Mengizinkan Iklan Penipuan di Facebook

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 Maret 2022Updated:19 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Meta, induk usaha Facebook, menghadapi tuntutan hukum dari Australia. Negara itu dituding mengizinkan iklan penipuan untuk menargetkan pengguna dengan dukungan palsu dari selebriti.

    Komisi Persaingan dan Konsumen Australia (ACCC) mengatakan iklan menggunakan algoritma Facebook. Iklan menargetkan pengguna rentan dan menampilkan kutipan palsu dari tokoh dari negara itu.

    Identitas yang digunakan seperti mantan Perdana Menteri New South Wales Mike Baird, pembawa acara TV David Koch, dan pengusaha jutawan Dick Smith.

    “Inti dari kasus kami adalah Meta bertanggung jawab atas iklan yang dipublikasikan di platformnya,” kata ketua ACCC Rod Sims, dikutip dari BBC, Sabtu (19/3/2022).

    Tuntutan itu diajukan ke Pengadilan Federal Australia. Meta dituduh melakukannya secara gagal dan mencegah penipuan bahkan setelah selebriti mengajukan keberatan.

    Iklan penipuan ini juga menelan korban. Salah satunya harus kehilangan hingga 650 ribu dolar Australia atau Rp 6,9 miliar.

    “Dalam salah satu contoh yang mengejutkan, kami mengetahui seorang konsumen yang kehilangan lebih dari 650 ribu dolar Australia karena salah satu penipuan diiklankan secara salah sebagai peluang investasi di Facebook. Ini melakukan,” ucapnya.

    Tuntutan hukum pada Meta bukan kali ini saja terjadi di Australia. Sebelumnya miliarder Australia, Andrew Forrest juga meluncurkan kasus kriminal terhadap Meta.

    Ini dilakukan Forrest karena iklan palsu menggunakan gambarnya. Dia menuding Meta melakukan pelanggaran undang-undang anti pencucian uang.

    Sementara itu kasus yang diajukan ACCC mengenai dugaan pelanggaran undang-undang konsumen atau tindak pengaturan terpisah.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/npb)


    Smart your life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.